metropesawat.com, ACEH TIMUR – Peluncuran program revitalisasi sekolah tahun 2026 oleh Pemerintah Pusat membawa angin segar bagi pengelola satuan pendidikan di Indonesia. Program ini menjadi sangat krusial bagi Provinsi Aceh, khususnya wilayah yang terdampak parah oleh bencana hidrometeorologi banjir bandang pada akhir tahun 2025 lalu.
Namun, di tengah harapan besar masyarakat, mencuat isu tak sedap mengenai dugaan pungutan liar (pungli) sebesar 10% yang diduga dilakukan oleh oknum dinas terkait terhadap sekolah penerima bantuan di Kabupaten Aceh Timur.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan dengan alokasi anggaran mencapai Rp14 triliun hingga Rp16,9 triliun.
Prioritas Sasaran Sekolah terdampak bencana, wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta sekolah dengan kerusakan berat.
Fokus Pengerjaan Perbaikan ruang kelas, pembangunan toilet baru, area bermain, tempat ibadah, hingga ruang kesehatan (UKS).
BACA JUG : Jaksa Terima Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti Judi Online
Menggunakan skema swakelola yang melibatkan masyarakat sekitar dengan masa pengerjaan 3 hingga 4 bulan.
Di Aceh Timur sendiri, terdapat puluhan sekolah dari tingkat PAUD, TK, SD, hingga SMP yang menerima bantuan ini dengan nilai anggaran bervariasi, mulai dari Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar per sekolah.
Baca halaman selanjutnya >>>>
