metropesawat.com, MEULABOH – Untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat khusunya para janda korban konflik, PT Kurma Karya Global berdayakan pemanfaatan limbah sekam padi dan serbuk gergaji kilang kayu, Selasa (6/8/24).
Pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat ini PT Kurma Karya Gobal bekerjasama dengan PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) untuk melakukan co-firing di PLTU Nagan Raya 1 & 2 Aceh.
Direktur PT Kurma Karya Global Muzakir, yang juga Dosen di Universitas Teuku Umar Meulaboh mengatakan, limbah sekam dan serbuk gergaji dimanfaatkan sebagai bahan pembakaran PLTU.
“Dulunya sekam dan serbuk gergaji terbuang begitu saja, sekarang sudah bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil energi terbarukan atau biomassa dan memiliki nilai jual,” kata Muzakir.
Menurutnya, saat ini PT Kurma Karya Global telah memperkerjakan 50 orang sebagai pengumpul sekam dan serbuk gergaji termasuk janda korban konflik, mantan kombatan serta mantan pasukan Ineung Bale.
Baca juga :
- Bupati Al-Farlaky Bawa Relawan Medis , Pantau Kesehatan Warga Cek Mbon
- PEMA dan ORMAWA UNADA Terjang Banjir, Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Desa Teluk Rumbia
- Atjeh Connection Foundation Bergerak Sejak Hari Pertama: Bantuan Banjir dan Longsor Aceh Dikirim hingga Pelosok
- Wakil Bupati Aceh Timur Tutup Rapat Paripurna III dengan Harapan Cepatnya Penetapan APBK 2026
- Gotong Royong Massal di RSUD SAAS Peureulak, Wakil Bupati Aceh Timur: Pelayanan Kesehatan Harus Segera Kembali Normal
Dijelaskan Muzakir, dari jumlah 50 orang perkerja tersebut dibagi untuk pengumpul sekam 24 orang dengan pendapatan rata-rata Rp.150.000 perhari dan masa kerja 15 hari dalam 1 bulan.
Sedangkan pengumpul sawdust (serbuk gergaji) tertampung tenaga kerja 30 dengan penghasilan Rp 150.000 perhari dan masa kerja hanya 10 hari dalam 1 bulan.
Halaman selanjutnya >>
