Jurnalis: Seni Hendri
metropesawat.com, ACEH TIMUR –
Ketua DPD Partai NasDem, Aceh Timur, H Tarmizi Daud atau Taprang, mendesak BNPB segera turun tangan dan merespon berbagai keluhan yang dialami masyarakat Aceh Timur, pasca 6 bulan dilanda banjir akhir November 2025 lalu.
Selasa (12/5/2026) lalu, Tarmizi turun langsung meninjau keluhan masyarakat Blang Senong Pante Bidari, terkait kondisi jalan yang rusak berat dan sulit dilintasi warga karena berkubang yang digenangi air dan lumpur.
Selain itu, ia juga meninjau saluran irigasi yang mengaliri persawahan untuk 10 desa di Kecamatan Simpang Ulim, dan Pante Bidari, yang kondisinya rusak dan sumbat lumpur pasca banjir.

“Kondisinya saat ini masyarakat mulai menyemai bibit untuk memulai penanaman padi, namun warga kesulitan air karena saluran irigasi rusak dan sumbat pasca banjir,” ungkap Politisi Partai NasDem Aceh Timur ini.
Begitu juga kondisi jalan menuju beberapa desa pedalaman di Kecamatan Pante Bidari, kondisinya rusak berat sehingga sulit dilalui masyarakat.
“Kondisi jalan rusak berat seperti jalan menuju Desa Blang Senong, guru-guru tidak bisa naik untuk mengajar. Begitu juga warga kesulitan beraktifitas dan mengeluarkan hasil perkebunan,” ungkap Tarmizi.
Enam bulan pasca banjir, ungkap Tarmizi banyak persoalan yang dihadapi masyarakat tidak tertangani sesuai harapan.
“Penanganan yang dilakukan oleh BNPB stagnan dan birokrasi nya yang rumit,” ungkap Tarmizi.
Sebagai contoh, jelas Tarmizi, Keuchik Desa Blang Senong sudah menyurati Deputi BNPB Pusat meminta bantuan penanganan pasca banjir. Namun, dari BNPB Pusat dialihkan ke daerah.
“Kenapa saling lempar dan lepas tangan. Inikan persoalan yang mendesak dihadapi masyarakat pasca banjir yang harus segera ditangani,” ungkapnya.

Jika BNPB lepas tanggung jawab atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pasca banjir maka bisa dipastikan masyarakat akan kesulitan.
“Apalagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Adha, karena itu kita mendesak BNPB bantu memperbaiki ruas jalan rusak di Kecamatan Pante Bidari, agar akses transportasi mudah dilalui masyarakat,” pinta Taprang, mewakili ribuan masyarakat disana. (*)
