Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Piket Pawas Polres Aceh Timur Razia Ruang Tahanan, 37 Tahanan Diperiksa

    September 30, 2026

    Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

    September 29, 2026

    Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.comMetropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

      September 29, 2026

      Panglima Simpang Ulim Siap Semarakkan dan Sukseskan MTQ ke-39 Aceh Timur

      September 21, 2026

      Debit Air Sungai Lokop Meningkat, Warga Di hilir Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

      September 10, 2026

      Pasca Dilantik, Bupati Minta Baitul Mal Aceh Timur Segera Salurkan Bantuan kepada Mustahik

      September 9, 2026

      LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

      September 5, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Subscribe
    Metropesawat.comMetropesawat.com
    Home»Berita Utama»Tak Terima Anaknya Meninggal Diduga Karena Dianiaya, Orang Tua Laporkan Oknum TNI Kompi Lokop ke Subdenpom Iskandar Muda
    Berita Utama

    Tak Terima Anaknya Meninggal Diduga Karena Dianiaya, Orang Tua Laporkan Oknum TNI Kompi Lokop ke Subdenpom Iskandar Muda

    RedaksiBy RedaksiMay 21, 2024Updated:May 22, 2024No Comments6 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Komandan Subdenpom Iskandar Muda/1-2 Kapten Cpm Suyanto, saat menerima pengaduan dari Salat orang tua almarhum Sulaiman yang diduga meninggal dunia akibat penganiayaan, didampingi tokoh masyarakat Gayo Aceh Timur.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    metropesawat.com, ACEH TIMUR –
    Salat Ibrahim ayah dari alm Sulaiman warga Desa Terujak, Kecamatan Serbajadi (Lokop), Aceh Timur, melaporkan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI Kompi Senapan D, yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

    Salat Ibrahim didampingi sejumlah tokoh Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur, dan sejumlah anggota DPRK Aceh Timur, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan bersama-sama itu ke Detasemen Polisi Militer IM/1 Sub Detasemen IM/1-2 dengan Laporan Pengaduan Nomor LP-01/ A-01/V/2024/ldik, Senin (20/5/2024) malam.

    Bukti laporan pengaduan dugaan penganiayaan ke Subdenpom Iskandar Muda Langsa.

    Laporan diterima oleh Serda M Hadi Pratama diketahui oleh Komandan Subdenpom Iskandar Muda/1-2 Kapten Cpm Suyanto.

    Dalam laporan pengaduannya, Salat menjelaskan bahwa ia telah menemui Jainudin teman alm anaknya yang saat ini ditahan Mapolres Aceh Timur, terkait dengan kepemilikan narkoba jenis ganja.

    Dari keterangan Jainudin, ungkap Salat, bahwa meninggalnya alm anaknya bukan karena kecelakaan. Tapi saat melintas di jalan Peureulak – Lokop –melewati Kompi D jika dari arah Lokop ke Peureulak — dan setibanya di tikungan Lengkok Dusun Cane, Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi, anaknya alm Sulaiman dan Jainudin yang mana Sabtu dini hari menggunakan dua Sepmor sudah ditunggu di jembatan tersebut.

    “Setelah tiba di jembatan tersebut Jainudin dan anak saya langsung diberhentikan dan langsung ditelungkupkan dan dipukuli oleh oknum TNI Kompi Senapan D Lokop,” ungkap Salat.

    Keluarga Terima Almarhum Sudah Meninggal

    Kepada awak media saat ditemui di Polres Aceh Timur, Senin (20/5/2024) kemarin, Salat mengatakan bahwa keluarga menerima almarhum anaknya Sabtu dini hari itu sudah dalam kondisi meninggal dunia.

    Foto almarhum Sulaimansyah semasih hidup, dan telah meninggal dunia. Almarhum juga eks Kombatan GAM wilayah Lokop, dengan sandi Kelereng

    Saat itu, katanya anaknya diantar oleh oknum TNI Kompi Senapan D ke Puskesmas, dan diserahkan ke keluarga dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan langsung dibawa ke rumah duka di Terujak.
    Sabtu siang itu langsung dikebumikan.

    Sebelumnya, saat jenazah dimandikan, ungkap Salat, pihak keluarga menemukan kondisi luka pada tubuh yang tak wajar.

    Sesuai kronologis yang beredar, kata, Salat bahwa almarhum dan kawannya dikejar. Lalu almarhum dan kawannya terjatuh dan almarhum melompat ke bawah jembatan karena panik.

    “Sesuai kronologis beredar mereka dikejar. Sebenarnya, itu tidak ada dikejar. Oknum tentara tersebut sudah menunggu di jembatan tersebut, lalu keduanya ditangkap dan ditelungkupkan dan dipukuli,” ungkap Salat mengutip keterangan, saksi Jainudin yang ditahan di Polres Aceh Timur.

    “Kalau kita lihat kondisi jenazah tidak layak. Yang layak adalah penganiayaan berat yang menyebabkan anak saya meninggal dunia. Kalau dikatakan lompat dari jembatan jatuh kepala duluan maka kepala rusak, jika kaki duluan kaki rusak, kalau terseret kecelakaan maka lecet, tapi ini tidak ada lecet. Muka dan dadanya remuk, bahkan di lokasi ditemukan adanya selongsong peluru. Karena itu, kami tidak terima dan kami merasa ada kejanggalan dalam kematian anak saya. Karena itu kami melaporkan peristiwa ini untuk dilakukan penyelidikan, untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Kami ingin keadilan,” harap Salat.

    Selongsong peluru yang ditemukan di TKP

    Setelah jenazah dikebumikan, Sabtu siang itu, ungkap Salat, ia menemui pihak Pos Kepolisian Lokop, menanyakan kronologis sebenarnya. Lalu pihak kepolisian, menjelaskan bahwa hanya menerima kronologis sesuai yang diteruskan oleh pihak TNI Kompi D.

    “Ada saya minta jenazah anak saya untuk diotopsi, tapi tidak jadi karena alasan masih ada saksi hidup teman almarhum anak saya,” ungkap Salat seraya berharap anaknya dapat dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab meninggal dunia.

    Surat keterangan yang dikeluarkan oleh Puskesmas Serba Jadi, yang menerangkan kondisi korban saat tiba di Puskesmas setempat sudah tidak bernyawa.

    Keterangan Versi Kronologis yang Beredar

    Berdasarkan kronologis yang beredar yang diterima media ini, bahwa telah diamankan 2 terduka pelaku yang membawa narkotika jenis ganda oleh Personel Kompi Lokop, di Tikungan Lengkok, Dusun Cane, Desa Rampah Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (18/5/2024) dini hari pukul 01.30 WIB.

    Kedua pelaku yang diamankan yakni Jainudin (38) warga Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur.
    Kemudian Sulaiman (34) warga Desa Terujak, Kecamatan Serba Jadi–korban yang meninggal dunia–.

    Jainudin yang diamankan di Mapolres Aceh Timur, dugaan kepemilikan narkotika jenis ganja.

    Berdasarkan kronologis tersebut dijelaskan bahwa Sabtu dini hari itu, Personel TNI Kompi Senapan D Lokop, melihat 2 orang laki-laki melintas dengan menggunakan 2 unit sepmor jenis N-max didepan Kompi Senapan dengan kecepatan tinggi sehingga personil TNI piket merasa curiga sehingga dilakukan pengejaran terhadap 2 orang laki-laki tersebut.

    Karena merasa dikejar oleh personil TNI salah satu terduga terjatuh dan ikuti rekannya juga terjatuh di Tikungan Lengkok, Dusun Cane, Desa Rampah Kecamatan Serba Jadi.

    Lalu, salah satu terduga an Sulaiman merasa panik mencoba kabur melompat dari jembatan dengan kedalaman kurang lebih 15 meter dengan suasana tempat kejadian gelap, sehingga setelah terduga jatuh tidak sadarkan diri.

    Aparat keamanan saat mengecek TKP korban diduga melompat ke bawah jembatan.

    Kemudian personel TNI Kompi Senapan melakukan evakuasi terhadap an Sulaiman bin Salat ke puskesmas Kecamatan Serba Jadi untuk dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
    Akibat kejadian tersebut korban Sulaiman bin Salat meninggal dunia.

    Dari kedua pelaku diamankan barang bukti sebagai berikut: 3 (tiga) ball Narkoba jenis Ganja dengan berat kurang lebih 20 kg.
    1 unit HP merek oppo, plastik bening bungkusan kosong, kaca pirex 2, pipet, 2 korek mancis, tas slempang, dompet, 2 sepmor jenis N-max warna hitam.

    Sepmor dan narkotika jenis ganja milik terduga pelaku saat diamankan.

    Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur Apresiasi Subdenpom Iskandar Muda

    Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur, mengapresiasi pihak Subdenpom Iskandar Muda Langsa yang langsung turun ke lokasi melakukan investigasi Selasa (21/4/2013).

    Petugas Subdenpom saat melakukan investigasi dan pengecekan ke TKP.

    “Kami Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur berharap kasus ini diusut tuntas, agar tidak terulang kembali,” harap toloh masyarakat Gayo Aceh Timur.

    Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI Kompi D, yang menyebabkan almarhum Sulaiman meninggal dunia memicu kemarahan tokoh-tokoh masyarakat Gayo Aceh Timur, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur.

    Menurut tokoh masyarakat Gayo, kejadian serupa tidak bisa dibiarkan dan harus diusut tuntas.

    “Jika almarhum memiliki narkotika maka biarkan diproses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan semena-mena melakukan penganiayaan, negara kita negara hukum, yang menganut asas equality before the law yaitu semua manusia sama dan setara dihadapan hukum. Dan mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan dari pengadilan. Seharusnya setelah pelaku diamankan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Karena itu, kami Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur berharap agar kasus ini diusut tuntas,” harap tokoh masyarakat Gayo Aceh Timur.(Seni Hendri)

    Dugaan Penganiaya Narkoba
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTiga Tahun DPO, AR Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak Berhasil Ditangkap
    Next Article Kesbangpol Atim Gelar Sosialisasi Pembaruan Kebangsaan Untuk Siswa Madrasah Aliyah
    Redaksi
    • Website

    Related Posts

    Daerah

    Aksi Jilid II, Himapas Tagih Janji Pemerintah Aceh Dan Desak Evaluasi Bupati Aceh Singkil

    September 27, 2026
    Aceh Timur

    Pengacara PT. Atakana Minta Pemkab Aceh Timur Jamin Kelancaran Panen Sawit

    September 23, 2026
    Berita Utama

    BPN Aceh Timur Siap Ukur Ulang 20 Hektare Lahan Sengketa Warga Seumeunah Jaya dengan PT. Atakana

    September 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Demo
    Top Posts

    BreakingNews, Dayah Abu Wahab Keude Dua Terbakar

    June 4, 20241 Views

    Why Solar Electric Vehicles Might be The Next Generation of EVs

    January 15, 20211 Views
    8.5

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    January 15, 20211 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    85
    Featured Reviews

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    RedaksiJanuary 15, 2021
    8.1
    Featured Reviews

    A Review of the Venus Optics Argus 18mm f/0.95 MFT APO Lens

    RedaksiJanuary 15, 2021
    8.9
    Featured Reviews

    DJI Avata Review: Immersive FPV Flying For Drone Enthusiasts

    RedaksiJanuary 15, 2021

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    BreakingNews, Dayah Abu Wahab Keude Dua Terbakar

    June 4, 20241 Views

    Why Solar Electric Vehicles Might be The Next Generation of EVs

    January 15, 20211 Views
    8.5

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    January 15, 20211 Views
    Our Picks

    Piket Pawas Polres Aceh Timur Razia Ruang Tahanan, 37 Tahanan Diperiksa

    September 30, 2026

    Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

    September 29, 2026

    Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

    September 28, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.