Close Menu
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • InfoWarkop
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • MetroInovation
  • MetroInspiratif
  • MetroSport
  • MetroViral
  • Nasional
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Syiar
  • Tokoh
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
Facebook Instagram WhatsApp TikTok
Metropesawat.com
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Pendidikan
  • MetroSport
  • Politik
Subscribe
Metropesawat.com
Home » Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum
Daerah

Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

Iskandar IshakSeptember 29, 2026
Share WhatsApp Facebook Telegram Email
Ariq Sami Nouval, mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Laporan Khairul Munzir | Reporter metropesawat.com, Banda Aceh

metropesawat.com, BANDA ACEH – Kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan dan ekspansi perkebunan monokultur di Provinsi Aceh telah mencapai titik krusial. Salah satu kawasan yang terdampak paling parah adalah Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil, yang menjadi benteng terakhir ekosistem gambut dan bagian integral dari Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Keprihatinan itu disuarakan Ariq Sami Nouval, mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Berdasarkan data pemantauan citra satelit dan catatan lembaga lingkungan Yayasan HAkA, SM Rawa Singkil yang merupakan kawasan hutan gambut tersisa di Sumatera, terus mengalami alih fungsi lahan dan perambahan.

Ads
Demo

Sejak periode 2019 hingga pertengahan 2024, kawasan SM Rawa Singkil diperkirakan telah kehilangan lebih dari 1.700 hektare tutupan hutan akibat pembuatan kanal ilegal dan pembukaan perkebunan kelapa sawit. Namun, data terbaru HAkA per 25 Februari 2026 mencatat, sepanjang tahun 2025 deforestasi di kawasan tersebut diduga mencapai 39.687 hektare, meningkat lebih dari 274 persen dibandingkan tahun 2024.

“Pembukaan lahan gambut dan hilangnya tutupan hutan ini tidak hanya merusak fungsi hidrologi alam, tetapi juga memicu kerentanan bencana ekologis,” ujar Ariq, dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).

Menurut Ariq, kerusakan hutan di Aceh Singkil dan wilayah sekitarnya berdampak langsung pada kehidupan masyarakat lokal dalam tiga aspek utama.

Pertama, bencana banjir dan ekstremitas cuaca. Hilangnya daerah tangkapan air dan rusaknya sistem hidro-orologis gambut meningkatkan frekuensi banjir bandang dan luapan sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Singkil.

Kedua, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengeringan tanah gambut melalui pembuatan kanal menurunkan tinggi muka air tanah, menjadikan lahan sangat mudah terbakar pada musim kemarau dan menghasilkan polusi asap.

Ketiga, ancaman ketahanan ekonomi lokal. Masyarakat rentan kehilangan sumber penghidupan tradisional yang bergantung pada kelestarian sungai dan hutan.

Selain dampak ekologis dan sosial, deforestasi juga mengancam satwa dilindungi. Kawasan SM Rawa Singkil dikenal sebagai “Ibu Kota Orangutan Sumatera” karena memiliki kepadatan populasi orangutan tertinggi.

Fragmentasi habitat memaksa Orangutan Sumatera (Pongo abelii) kehilangan sumber pakan alami dan meningkatkan potensi konflik dengan manusia. Selain itu, keberadaan satwa kunci lainnya seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), dan Burung Rangkong juga turut terdesak akibat habitat yang semakin menyempit.

“Hutan bukan sekadar bentang alam fisik, melainkan bagian tak terpisahkan dari peradaban dan identitas kebudayaan masyarakat Aceh sejak berabad-abad lalu. Membiarkan kerusakan hutan di Rawa Singkil sama saja dengan membiarkan penggerusan terhadap warisan ekologis dan sejarah kita,” tegas Ariq.

Melalui siaran pers tersebut, ia merumuskan tiga tuntutan penanganan:

Pertama, Penegakan Hukum: Menindak tegas pelaku penyerobotan lahan ilegal serta korporasi yang terlibat dalam rantai pasok minyak sawit tanpa izin di dalam kawasan konservasi.

Kedua, Restorasi Gambut: Mengakselerasi pembasahan kembali (rewetting) dan pemulihan ekosistem gambut yang terdegradasi.

Keempat, Ekowisata dan Pemberdayaan Komunitas: Mendorong model perlindungan berbasis masyarakat lokal untuk menjaga integritas hutan tanpa mengorbankan ekonomi warga.

Editor : Jamadon

Artikel Terdahulu.

  • Kejari Aceh Timur Tangkap Buronan Korupsi Aset PT KAI di Binjai, Divonis 6 Tahun Penjara
  • Petani Aceh Timur : Pembentukan Tim Reforma Agraria Diharapkan Mampu MenyelesaikanKonflik Agraria dan Memberikan Kepastian Hukum Bagi Petani
  • OPINI: Langkah Maju Bupati Aceh Timur – Dari Jalanan Menuju Meja Perjuangan
  • Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an
  • TK Al-Fatihah Hadirkan Psikolog, Ayu Fajri: Peran Ayah sangat Penting dalam Pengasuhan Anak

Aceh Timur Berita Utama

Berita Terkini

Opini

OPINI: Langkah Maju Bupati Aceh Timur – Dari Jalanan Menuju Meja Perjuangan

JamadonOctober 8, 2026
Daerah

Polres Aceh Timur Siap Siaga Amankan Wacana Aksi Demo Terkait HGU Besok

Seni HendriOctober 7, 2026
Daerah

Cabai Merah Tembus Rp80 Ribu di Pasar Idi, Dagkop UKM Aceh Timur Ungkap Penyebab Kenaikan

RedaksiOctober 7, 2026
Terkini

Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an

October 8, 2026

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi Petani, Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU

October 8, 2026

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 2026
Medsos MetroPesawat
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Demo
Ekonomi Bisnis

Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an

October 8, 2026

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi Petani, Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU

October 8, 2026

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 2026
Seni Budaya

Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

December 31, 2025

Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

December 31, 2025

Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

November 21, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Tentang Kami
  • Redaksi Dan Manajemen
© 2020 PT. Media Pesawat Group

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.