Menurutnya, semangat pengorbanan dalam kepemimpinan hari ini bukan lagi menyembelih sesuatu yang dicintai secara fisik, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu menundukkan ego kekuasaan, kepentingan pribadi, dan kenyamanan politik demi kepentingan masyarakat luas.
Sebagai tokoh agama yang aktif dalam pembinaan umat, Mulyadi berharap para pemimpin di Aceh Timur dapat meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, terutama dalam hal keikhlasan, kesabaran, dan amanah dalam menjalankan tanggung jawab.
Ia juga menilai Aceh Timur memiliki banyak potensi yang dapat berkembang apabila dikelola dengan nilai keadilan, keberanian moral, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.
“Pengorbanan seorang pemimpin terlihat dari kesediaannya untuk tidak selalu disukai, tetapi tetap memilih jalan yang benar demi kepentingan rakyat,” tambahnya.
Pada momentum Idul Adha 1447 H / 2026 M, Mulyadi turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Aceh Timur dan umat Islam di mana pun berada.
Ia berharap Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan yang semarak dengan gema takbir dan ibadah kurban, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan keberkahan bagi kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.
Artikel..
- Refleksi Idul Adha Amanah Kepemimpinan dan Harapan untuk Aceh Timur
- SDN Idi 1 Lepas 98 Siswa Kelas VI Tanpa Bebani Wali Murid
- Pema UNADA Menggelar Kegiatan FGD
- Kajari Aceh Timur: Pemusnahan Barang Bukti Wujud Komitmen Kejaksaan dalam Penegakan Hukum
- Manajemen PTPN Kebun JRU Jalin Silaturahmi Bersama Forum Keuchik Indra Makmur
