Laporan Seni Hendri | reporter metropesawat.com
metropesawat.com, ACEH TIMUR – Gejolak kritikan Kader Partai NasDem, terhadap laporan utama Majalah Tempo dengan judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” dan sampul yang menampilkan karikatur Surya Paloh tidak hanya terjadi di Jakarta Selasa (14/4/2025) lalu, tapi juga memicu gelombang kritikan keras dari DPD Partai NasDem Aceh Timur.
Kritikan keras juga dilontarkan oleh Ketua DPD partai NasDem Aceh Timur, H Tarmizi Daud.
“Kita (DPD Partai NasDem Aceh Timur) protes dan sangat menyayangkan atas pemberitaan media Tempo yang terkesan menimbulkan framing negatif terhadap partai NasDem dan Ketua Umum Surya Paloh, yang merupakan tokoh nasional bangsa ini,” ungkap Taprang panggilan akrab Politisi Partai NasDem Aceh Timur ini.
Menurut, Tarmizi, pemberitaan framing negatif, dan tampilan karikatur sangat tidak pantas dan tidak mencerminkan prinsip jurnalisme yang beretika.
“Seharusnya, media nasional sekelas Tempo bisa menghargai sikap moral Ketua Umum Surya Paloh, sebagai partai koalisi yang mendukung pemerintahan saat ini meski tidak ada kabinetnya di dalam pemerintahan. Ketum kami harus dipandang sebagai tokoh nasional yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa ini,” ungkap Anggota DPRK Aceh Timur ini.
“Sebagai negara demokrasi kita menghargai kritikan, tapi kritikan yang sehat dan menghargai etika jurnalistik–sesuai fakta, seimbang, dan proporsional — dan tidak beritikad buruk untuk menjatuhkan pamor dan karakter pemimpin kami,” ungkap Taprang.
Atas pemberitaan itu, jelas Tarmizi, kader NasDem di berbagai daerah termasuk di Aceh Timur merasa tersinggung dan mengecam keras apa yang mereka anggap sebagai bentuk framing negatif terhadap partai.
“Oleh karena itu, kami DPD Partai NasDem Aceh Timur, meminta agar Tempo memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada Surya Paloh dan keluarga besar NasDem,” pinta Tarmizi.
“Kami menghormati kebebasan pers, tetapi kebebasan itu harus disertai tanggung jawab. Jangan sampai kebebasan justru melukai kehormatan individu dan institusi,” pungkasnya.
Sebagaimana berita yang dikutip dari Tempo, kader Partai NasDem menggelar aksi protes di depan Gedung Tempo, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, pada Selasa, 14 April 2026.
Mereka memprotes laporan utama Majalah Tempo edisi 12 April 2026 dengan judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” dan sampul yang menampilkan karikatur Ketua Umum Partai NasDem. Laporan itu mengungkap gagasan penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra oleh Prabowo Subianto.
Kader NasDem menilai pemberitaan itu dinilai tidak akurat, serta komitmen menjaga etika dan akurasi dalam produk jurnalistik.
Redaksi Tempo Minta Maaf
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan redaksi menghargai langkah kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara langsung. “Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” kata Setri, Selasa, 14 April 2026.
Menanggapi substansi tuntutan dari kader NasDem, Setri menegaskan Tempo, juga membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang keberatan atas isi laporan tersebut.
“Tempo sudah dan akan selalu memberikan ruang bagi Partai NasDem atau pihak mana pun untuk memberikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut,” kata Setri.
Ia menambahkan, sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sengketa pemberitaan sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia. “Kami mendorong agar setiap masukan terhadap produk jurnalistik dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, yakni melalui Dewan Pers,” ujar dia.
Meski demikian, redaksi menyampaikan permohonan maaf atas dampak yang ditimbulkan oleh sampul laporan utama tersebut. “Berkaitan dengan dampak sampul laporan utama tersebut yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, kami meminta maaf,” kata.
Isi Berita Laporan Utama Tempo
Sebagaimana dikutip dari Tempo, laporan utama media nasional itu mengungkap gagasan penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra oleh Prabowo Subianto.
Laporan utama tempo itu juga menggambarkan mulai surutnya pamor Surya Paloh di panggung politik nasional. Ia tak lagi leluasa punya akses ke kekuasaan karena NasDem berada di luar pemerintahan. Bisnis Media Group, induk perusahaan Surya, tengah seret. Sejumlah kader kuncinya pindah ke PSI.
Kader yang bertahan mulai kasak-kusuk membicarakan calon suksesor Surya. Rencana penggabungan Gerindra dengan NasDem merebak setelah pertemuan diam-diam Surya dengan Prabowo terungkap. (*)
