Metropesawat.com,ACEH TIMUR — Masa bakti Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Aceh Timur periode 2025–2026 resmi berakhir. Ketua Umum HMI Cabang Aceh Timur, Afrizal, mengakhiri masa kepemimpinannya setelah menuntaskan satu periode kepengurusan dalam momentum Konferensi Cabang (Konfercab) IV HMI Cabang Aceh Timur, Minggu (9/8/2026).
Berakhirnya masa kepengurusan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus regenerasi bagi organisasi. Konfercab IV tidak hanya menjadi forum pertanggungjawaban kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk menentukan arah perjuangan HMI Cabang Aceh Timur ke depan.
Selama memimpin HMI Cabang Aceh Timur, Afrizal bersama jajaran pengurus menjalankan berbagai agenda organisasi yang meliputi penguatan kaderisasi, kegiatan sosial, silaturahmi dan komunikasi dengan pemerintah daerah, kegiatan kemahasiswaan, hingga agenda perkaderan berskala nasional.
Salah satu capaian yang menjadi catatan penting dalam periode kepemimpinannya adalah terlaksananya Intermediate Training (Latihan Kader II/LK II) dan Senior Course (SC) tingkat nasional di Aceh Timur.
Pelaksanaan LK II tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan HMI Cabang Aceh Timur, mengingat kegiatan tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan sejak cabang tersebut berdiri pada 2019.
Selain penguatan internal organisasi, HMI Cabang Aceh Timur juga membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, alumni, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat.
Afrizal Akui Masih Ada Kekurangan
Dalam perjalanan kepemimpinannya, Afrizal mengakui bahwa tidak seluruh program dan kebijakan organisasi dapat berjalan sesuai harapan. Dinamika internal, perbedaan pandangan, kritik, serta berbagai persoalan organisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses menjalankan amanah.
Menurutnya, berbagai dinamika tersebut harus dipandang sebagai bagian dari proses pendewasaan organisasi dan pembelajaran bagi kader.
“Saya menyadari selama menjalankan amanah sebagai Ketua Umum tentu ada kekurangan dan kesalahan. Tidak ada kepemimpinan yang sempurna. Namun, saya telah berusaha memberikan kemampuan terbaik yang saya miliki untuk HMI Cabang Aceh Timur,” ujar Afrizal.
Ia menegaskan, berakhirnya masa jabatan sebagai ketua umum tidak berarti berakhir pula pengabdiannya sebagai kader HMI.
Menurut Afrizal, seorang kader tidak hanya diuji ketika menerima amanah kepemimpinan, tetapi juga ketika harus mengakhiri masa jabatan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan ruang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan estafet perjuangan.
“Hari ini saya mungkin mengakhiri masa bakti sebagai Ketua Umum, tetapi saya tidak pernah mengakhiri pengabdian sebagai kader HMI. Amanah kepemimpinan ada batas waktunya, tetapi perjuangan dan pengabdian kepada HMI, umat, dan bangsa harus terus berjalan,” tegasnya.
Sampaikan Permohonan Maaf
Pada momentum berakhirnya masa kepengurusan, Afrizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader, pengurus, senior, alumni, komisariat, serta pihak-pihak yang selama ini berinteraksi dan berkolaborasi dengan HMI Cabang Aceh Timur.
“Saya memohon maaf atas segala kekurangan, baik dalam perkataan, sikap maupun kebijakan selama saya menjalankan amanah. Terima kasih kepada seluruh kader dan pengurus yang telah membersamai perjalanan ini. Tanpa kalian, tidak mungkin roda organisasi dapat berjalan,” katanya.
Afrizal berharap pergantian kepemimpinan melalui Konfercab IV dapat menjadi momentum konsolidasi dan regenerasi yang sehat.
Ia juga berharap ketua umum yang nantinya menerima amanah mampu mempertahankan berbagai capaian positif sekaligus melakukan pembenahan terhadap hal-hal yang masih menjadi pekerjaan rumah organisasi.
“Saya berharap estafet kepemimpinan ini dapat melahirkan pemimpin baru yang mampu membawa HMI Cabang Aceh Timur menjadi lebih baik. Jangan melihat pergantian kepemimpinan sebagai akhir dari sebuah perjalanan, tetapi sebagai awal dari babak baru perjuangan HMI,” ujarnya.
Pamit dari Jabatan, Bukan dari Perjuangan
Dengan berakhirnya masa bakti periode 2025–2026, Afrizal menyatakan siap kembali menjalankan peran sebagai kader HMI dan memberikan kontribusi sesuai kapasitasnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, kritik, serta kebersamaan selama dirinya memimpin HMI Cabang Aceh Timur.
“Terima kasih atas kepercayaan, kebersamaan, kritik, dukungan, dan seluruh proses yang telah kita lalui. Saya pamit dari amanah sebagai Ketua Umum, tetapi saya tidak pamit dari perjuangan HMI,” kata Afrizal.
Konfercab IV HMI Cabang Aceh Timur diharapkan menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat konsolidasi internal, sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan berjalan secara demokratis dan berkelanjutan.
Dengan berakhirnya periode 2025–2026, estafet kepemimpinan HMI Cabang Aceh Timur kini memasuki babak baru dengan tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam memperkuat kaderisasi, menjaga independensi organisasi, serta meningkatkan kontribusi HMI bagi kehidupan kemahasiswaan, masyarakat, umat, dan bangsa.
Editor : Jamadon
Artikel..
- Masa Bakti Ketua Umum HMI Cabang Aceh Timur Berakhir, Afrizal: Amanah Telah Ditunaikan, Perjuangan Terus Berlanjut
- Abon Jamal dan Abdullah alias Wak Geng Santuni Anak Yatim di Sumur Minyak Tradisional Lhok Meureu
- Kakanwil Kemenag Aceh Tuntaskan Delapan Agenda Strategis dalam Kunjungan Kerja ke Aceh Timur
- Bupati Al Farlaky Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
- Wabup Aceh Timur Lepas Kontingen Jambore Nasional XII ke Jakarta
