Laporan : Iskadar | reporter metropesawat.com
metropesawat.com, ACEH TIMUR – Kondisi pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Timur saat ini menuai keluhan warga. Jalan-jalan utama di pusat kota dipadati pedagang kaki lima atau PKL, hingga menyebabkan kemacetan dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas PKL yang memadati bahu jalan, trotoar, hingga badan jalan. Akibatnya arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
“Jangan bilang mobil, motor saja susah lewat. Jalanan sudah penuh pedagang,” ujar Zamzaria salah seorang warga Idi, Sabtu (18/7/2026).
Keluhan warga tidak hanya soal kemacetan. Tumpukan sampah di beberapa sudut kota juga disorot. Sampah yang berserakan di jalan dan area jualan membuat wajah ibu kota terkesan kumuh.
“Ini kan wajah kabupaten. Seharusnya bersih dan asri. Sekarang malah seperti kota tong sampah. Kalau dibiarkan terus, citra Idi akan semakin buruk,” kata Zamzaria.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur di bawah kepemimpinan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky segera turun tangan. Salah satu langkah yang diminta adalah memerintahkan Satpol PP untuk melakukan penertiban PKL secara tegas dan humanis.
“Berbicara ibu kota kabupaten, harusnya jadi contoh. Bukan semrawut dan kumuh. Kami minta bupati segera ambil kebijakan agar PKL ditata di lokasi yang layak dan kota kembali bersih,” tegas Zamzaria.
Artikel..
- Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alkes dari RSO Soeharso Surakarta
- Poling Himapas: 93,28% Responden Tak Puas, 1,5 Tahun Oyon–hamzah Dinilai Belum Menjawab Harapan Publik
- Abdul Hakim Pimpinan Panti Asuhan Gampong Jalan Berpulang ke Rahmatullah
- Kapolsek Idi Tunong Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas
- Polsek Idi Rayeuk Perkuat Patroli Cegah Gangguan Kamtibmas dan Beri Kenyamanan Warga
