Laporan : Jamadon | Jurnalis metropesawat.com
Metropesawat.com, Langsa | Workshop Kurikulum Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana IAIN Langsa berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Gedung Pascasarjana IAIN Langsa, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, MA, sebagai pemateri utama.
Workshop diikuti oleh jajaran pengelola Program Doktor Studi Islam Pascasarjana IAIN Langsa, para dekan fakultas, guru besar, serta turut dihadiri Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA bersama para wakil rektor. BACA JUGA: Program Pascasarjana IAIN Langsa Gelar Lepas Sambut Pejabat
Dalam pemaparannya, Prof. Danial menekankan bahwa penyusunan kurikulum doktoral harus dibangun di atas empat landasan utama, yakni filosofis, historis, sosiologis, dan yuridis. Menurutnya, kurikulum pendidikan doktor tidak cukup hanya mengikuti regulasi formal, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan akademik dan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kurikulum doktoral harus memiliki arah yang jelas dalam membangun kualitas lulusan, riset, dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat,” ujar Prof. Danial di hadapan peserta workshop. BACA JUGA : Rektor IAIN Langsa Lantik Sejumlah Pejabat. Perkuat Tata Kelola Menuju Episentrum Keilmuan
Beliau juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap filosofi keilmuan dalam pengembangan Program Doktor Studi Islam. Selain itu, ia mengingatkan bahwa masa studi doktoral mengacu pada ketentuan dua kali masa tempuh kurikulum atau maksimal enam tahun sebagaimana ketentuan yang berlaku. BACA JUGA : Warek I IAIN Langsa. Ini Momentum Strategis Tingkatkan Mutu Akademik
Terkait kebijakan terbaru pendidikan tinggi, Prof. Danial menjelaskan bahwa penjaminan mutu kini berfokus pada capaian pembelajaran lulusan, kompetensi riset, kualitas disertasi, serta ketepatan masa studi mahasiswa.
Dalam aspek pembelajaran, Prof. Danial menegaskan perlunya keseimbangan antara kualitas pendidikan dan pendekatan realistis terhadap kemampuan mahasiswa. Menurutnya, penerapan pendekatan Outcome Based Education (OBE) dalam kurikulum doktoral harus memberikan perhatian serius terhadap kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah mahasiswa sebagai indikator utama capaian akademik.Baca Juga : Rektor IAIN Langsa Hadiri Pertemuan Sinergi PTKIN dan Kanwil Kemenag di Jakarta
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa orientasi penulisan tugas akhir dan disertasi harus diarahkan pada profil lulusan yang telah dirancang oleh program studi. Namun demikian, aspek ketersediaan guru besar dan kapasitas dosen pembimbing juga perlu menjadi perhatian agar mutu disertasi tetap terjaga secara optimal.
Workshop berlangsung serius namun tetap hangat dalam suasana kekeluargaan. Para peserta tampak aktif mengikuti jalannya kegiatan dan terlibat dalam sesi diskusi yang berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan terkait penguatan kurikulum doktoral di lingkungan Pascasarjana IAIN Langsa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana IAIN Langsa dalam memperkuat kualitas pendidikan doktoral yang adaptif, berbasis riset, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.(Humas)
Artikel ..
- Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, Polsek Peureulak Timur Dukung Ketahanan Pangan
- Sentuhan Humanis Polsek Peureulak Barat Hadir di Tengah Warga Yang Sedang Berduka
- Perkuat Sinergi Pemeliharaan Kamtibmas, Kapolres Aceh Timur Sambut Kunjungan Kalapas Kelas IIB Idi
- TK Bungong Jeumpa Gelar Manasik Haji, Kelas Tursina Raih Juara 1
- Workshop Visi Keilmuan S3 Studi Islam IAIN Langsa Bahas Integrasi Islam, Sains, dan Tantangan Global
