Program doktor harus menjadi ruang lahirnya pemikir Islam yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman,”
Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA
LAPORAN : JAMADON | JURNALIS METROPESAWAT.COM
Metropesawat.com,Langsa | IAIN Langsa menggelar Workshop Visi Keilmuan Program Doktor (S3) Studi Islam pada Rabu, 13 Mei 2026, di Gedung Pascasarjanan kampus setempat. Kegiatan tersebut berlangsung penuh gagasan visioner dan semangat intelektual dengan menghadirkan Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, MA sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Prof. Ismail Fahmi menegaskan bahwa program doktor tidak sekadar menjadi jenjang akademik tertinggi, tetapi juga simbol kematangan intelektual dan kedalaman peradaban ilmu. Menurutnya, Program S3 Studi Islam harus mampu melahirkan generasi ulama-intelektual yang unggul dalam penguasaan khazanah keislaman sekaligus mampu berdialog dengan perkembangan sains, teknologi, dan dinamika sosial kontemporer.BACA JUGA : Program Pascasarjana IAIN Langsa Gelar Lepas Sambut Pejabat
“Program doktor harus menjadi ruang lahirnya pemikir Islam yang adaptif, moderat, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya di hadapan peserta workshop.
Beliau juga menekankan pentingnya paradigma integratif dalam studi Islam dengan menyatukan wahyu, sains, dan ilmu sosial dalam satu bangunan epistemologi yang kokoh. Konsep Islamisasi ilmu dipahami sebagai peneguhan wahyu sebagai sumber utama epistemologi, sementara integrasi ilmu diarahkan pada harmonisasi antara wahyu dan akal. Adapun interkoneksi ilmu menjadi ruang dialog antara tradisi keilmuan Islam dengan modernitas yang terus berkembang.
Lanjut Baca Halaman Selanjutnya..
