Kenapa bisa seperti ini, desa kita yang paling parah dan terbanyak terdampak banjir tapi tidak ada satupun masuk sebagai penerima jadup bencana yang baru saja disalurkan Kemensos RI,”
Alamsyah, Kasi Kesra Gampong Seumanah Jaya
Jurnalis : Seni Hendri
metropesawat.com, ACEH TIMUR –
Data penerima jaminan hidup (Jadup) bencana untuk korban banjir yang dirilis Pemkab Aceh Timur sebanyak 28.831 jiwa mendapatkan bantuan Rp15 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan senilai Rp38,92 miliar menuai kritikan dari masyarakat korban banjir yang tidak termasuk sebagai penerima manfaat.
“Kenapa bisa seperti ini, desa kita yang paling parah dan terbanyak terdampak banjir tapi tidak ada satupun masuk sebagai penerima jadup bencana yang baru saja disalurkan Kemensos RI,” ungkap Alamsyah Kasi Kesra Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Jumat (20/3/2026) malam.
Dengan kondisi ini, kata Alamsyah, wajar mosi tak percaya warga terhadap pemerintah yang terkesan pilih kasih dalam menyalurkan bantuan.
“Pasca musibah seperti ini tentunya, prioritas utama yang diharapkan warga adalah perbaikan rumah. Kedua penyaluran program bantuan stimulan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang anjlok, tapi faktanya Seumanah Jaya salah satu desa terparah dan terbanyak korban banjir tidak satupun masuk sebagai penerima dana stimulan tahap pertama,” ungkap Alamsyah.
Selain itu, Iskandar Ketua TPG Seumanah Jaya, juga melontarkan mosi tak percaya kepada pemerintah. Pasalnya, dari 23 desa di Kecamatan Ranto Peureulak, 18 desa termasuk yang mendapatkan bantuan stimulan, sedangkan Seumanah Jaya, desa terparah dan terbanyak korban banjir tidak satupun warga mendapatkan bantuan.
“Desa kita terabaikan, sementara desa terparah korban banjir dalam Kecamatan Ranto Peureulak, tidak satupun warga mendapatkan bantuan stimulan,” ungkapnya.

Tanggapan Kadinsos Aceh Timur
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Saharani SAg, MA, saat dikonfirmasi memberikan klarifikasi terkait semrawutnya data penerima bantuan stimulan sosial ekonomi bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Timur yang diterbitkan Pemerintah Pusat.
Saharani mengatakan Dinsos dalam hal ini tidak mendata. “Kemensos dalam menyalurkan bantuan stimulan ini mengambil data dari Satgas penanggulangan bencana banjir,” ungkap Saharani.
Baca Halaman Berikutnya >>>>
