metropesawat.com, ACEH TIMUR –
Dalam kondisi pasca banjir saat ini,
semrawutnya pemikiran korban banjir tak bisa dibayangkan.
“Oke kalau mereka punya duit bisa beli baru (alat-alat elektronik), tapi yang tidak punya duit justru pusing tujuh keliling, karena bukan hanya hilang harta benda, tapi juga barang elektronik, mobil, Sepmor tenggelam banjir,” ungkap tokoh masyarakat Aceh Timur, Mudrikah alias Pak Mex, kepada media ini, Jumat (2/1/2026).
Pandangan tersebut, disampaikan Pak Mex, mengilustrasikan kondisi yang dialami masyarakat korban banjir di Aceh, khususnya Aceh Timur saat ini.
Apakah disana (Serba Jadi) sudah ada air bersih? Tanya Pak Mex.
“Saya pikir soal air bersih semuanya masih terkendala. Karena konsentrasi korban banjir saat ini bukan hanya soal air bersih, tapi juga tempat tinggal yang belum ada kepastian, sumber pendapatan yang hilang, dan kondisi yang kekurangan ,” ungkap warga Serba Jadi, menjawab Pak Mex.

Contoh di kecamatan Serba Jadi, air sungai tentu belum layak konsumsi. Kecuali warga membuat saluran air baru dari sumber air alami dari pegunungan.
“Tapi kan tidak mungkin, dalam kondisi masa panik seperti saat ini warga masih pada kebingungan dan serba kesulitan,” cetusnya.
Oleh karena itu, ungkap Pak Mex, dalam kondisi Aceh dilanda pasca banjir saat ini, bukan hanya membutuhkan relawan yang hanya menyalurkan bantuan sandang pangan, tapi juga membutuhkan stimulus dari berbagai sisi untuk membangkitkan kembali semangat korban banjir.
“Mereka yang kehilangan rumah saat ini tentu sangat kebingungan, karena belum ada kepastian soal tempat hunian sementara, belum lagi jika digambarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat korban Banjir dari segala sektor,” urainya.
Karena itu, lanjut Pak Mex, daerah banjir saat ini bukan hanya membutuhkan satu relawan, tapi banyak relawan tanpa batas, baik itu membantu sanitasi dan air bersih, pompanisasi, relawan pertanian, dan program lainnya.
“Bahkan yang paling penting dan mendesak saat ini daerah korban Banjir di Aceh Timur, sangat membutuhkan relawan mekanik elektronik, sepeda motor, dan kendaraan yang pastinya belum tentu semua korban memiliki uang untuk bangkit,” ungkapnya. (*)
Oleh : Redaksi
Penulis : Seni Hendri
