Totok menjelaskan, penggeledahan ini terkait penanganan tiga perkara, yang dilakukan bersama Polda Metro Jaya dengan mekanisme joint investigation.
“Penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian Asabri tahun 2020 sampai 2025,” sebut Totok.
“Dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025,” imbuhnya.
Dari penggeledahan di sebuah kafe wilayah Jaksel, polisi telah menemukan semua brankas dan menyita uang sekitar Rp60 miliar.
Hingga saat ini, lantai 2 kafe tersebut telah disegel oleh penyidik untuk kepentingan proses penyidikan.
Ada pun, dalam penggeledahan di sebuah kantor money changer, polisi menyita 71 item barang bukti dan 16 mata uang asing dengan total senilai Rp7,2 miliar.
Artikel …
- Direktur RSUD SAAS Tanggapi Keluhan Pasien, Pelayanan Sudah Diperbaiki sesuai SOP
- Siswa SMA di Bener Meriah jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas hingga Tak Sadarkan diri, Ini Kronologinya
- Viral!!!, Pasien Kritik Fasilitas RSUD SAAS, AC Hanya Pajangan
- Awal Mula Rektor Unsoed Ditangkap KPK, Ortu Sudah Setor Uang Anaknya Tidak Lulus Fakultas Kedokteran
- Presiden RI Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Pastikan Penanganan Cepat
