“Untuk hal tersebut kita harus mengetahui dulu apakah itu lokasi habitat atau bukan. Sehingga kita tau langkah tindak lanjut yang harus kita ambil,” jelasnya.
“Saya masih berkomunikasi dengan teman di Langsa, karena anggota juga sangat terbatas karena sedang merespon konflik gajah liar di Aceh Timur juga,” cetusnya.
“Sorry bang teman saya semuanya masih dilapangan bang menangani konflik gajah liar di Kecamatan Rantau Selamat,” ujarnya.
Perlu diketahui untuk saat ini belum ada tindakan pihak terkait untuk melakukan upaya mitigasi terkait serangan buaya.
Disisi lain, warga masih tetap melakukan aktivitas di aliran sungai itu, karena kawasan sungai Pereulak merupakan urat nadi kehidupan baik sebagai sarana transportasi air atau kebutuhan air warga di musim kering, bahkan sejumlah pencari ikan juga kerap mengantungkan penghasilan dari sungai air tawar itu.
Namun himbauan agar masyarakat berhati-hati dan membatasi aktivitas disungai telah disampaikan oleh Muspika Peunaron, melalui Kepala desa setempat. (*)