“Ada hal yang menarik seperti bawang dulu disuplai dari Medan tetapi setelah jalan Blang Kejren Lokop rampung, bawang Kuta Cane bisa didatangkan ke pasar Aceh dengan harga lebih murah dibandingkan dari Medan. Ini sebenarnya upaya untuk menekan inflasi bagaimana kita menggalakkan agar petani dapat bercocok tanam di Aceh dan hasilnya tidak keluar Aceh,” imbuh Al-Farlaky.
Masih menurut Bupati Al- Farlaky, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan tindakan preventif guna menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama dalam akses terhadap kebutuhan pokok dan energi yang menjadi kebutuhan utama sehari-hari.
Al- Farlaky mengakui pengecekan takaran saban tahun dilakukan pemerintah. Hal ini dilakukan agar SPBU yang beroperasi dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur tidak bermain curang.
“Pemerintah hadir setiap tahun mengecek SPBU yang ada. Dinas terkait nanti akan turun langsung jika ada temuan maka ada upaya tindakan yang diambil sesuai aturan,” kata Al- Farlaky.
Dalam sidak ini, Bupati turut didampingi oleh pejabat dari Dinas yang bersinggungan , Camat Peurelak dan sejumlah pejabat penting lainnya.
Berita Terkini:>>
- Medco E&P dan BPMA Kembali Salurkan Beasiswa bagi 431 Pelajar Berprestasi di Aceh Timur
- Siswa/i SMA Negeri Unggul Aceh Timur Raih Prestasi Nasional
- Kesalapahaman di Dapur MBG Payabujok Seulemak, Berakhir Damai
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Kepala Samsat Aceh Timur Beri Apresiasi Langsung kepada Wajib Pajak Pengguna Pelat BL
- LSM KANA Desak APH Periksa Kepala Puskesmas Terkait Dugaan Pungli di Aceh Timur
