“Ada hal yang menarik seperti bawang dulu disuplai dari Medan tetapi setelah jalan Blang Kejren Lokop rampung, bawang Kuta Cane bisa didatangkan ke pasar Aceh dengan harga lebih murah dibandingkan dari Medan. Ini sebenarnya upaya untuk menekan inflasi bagaimana kita menggalakkan agar petani dapat bercocok tanam di Aceh dan hasilnya tidak keluar Aceh,” imbuh Al-Farlaky.
Masih menurut Bupati Al- Farlaky, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan tindakan preventif guna menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama dalam akses terhadap kebutuhan pokok dan energi yang menjadi kebutuhan utama sehari-hari.
Al- Farlaky mengakui pengecekan takaran saban tahun dilakukan pemerintah. Hal ini dilakukan agar SPBU yang beroperasi dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur tidak bermain curang.
“Pemerintah hadir setiap tahun mengecek SPBU yang ada. Dinas terkait nanti akan turun langsung jika ada temuan maka ada upaya tindakan yang diambil sesuai aturan,” kata Al- Farlaky.
Dalam sidak ini, Bupati turut didampingi oleh pejabat dari Dinas yang bersinggungan , Camat Peurelak dan sejumlah pejabat penting lainnya.
Berita Terkini:>>
- Wisuda di JCC, Haji Uma Raih Gelar Magister Ilmu Politik, Putranya Lulus Sarjana Ilmu Komunikasi
- Momen Bahagia, DPD NasDem dan Masyarakat Aceh Timur Terima Sapi Kurban dari DPR RI Irsan Sosiawan
- Refleksi Idul Adha Amanah Kepemimpinan dan Harapan untuk Aceh Timur
- SDN Idi 1 Lepas 98 Siswa Kelas VI Tanpa Bebani Wali Murid
- Pema UNADA Menggelar Kegiatan FGD
