“Ada hal yang menarik seperti bawang dulu disuplai dari Medan tetapi setelah jalan Blang Kejren Lokop rampung, bawang Kuta Cane bisa didatangkan ke pasar Aceh dengan harga lebih murah dibandingkan dari Medan. Ini sebenarnya upaya untuk menekan inflasi bagaimana kita menggalakkan agar petani dapat bercocok tanam di Aceh dan hasilnya tidak keluar Aceh,” imbuh Al-Farlaky.
Masih menurut Bupati Al- Farlaky, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan tindakan preventif guna menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama dalam akses terhadap kebutuhan pokok dan energi yang menjadi kebutuhan utama sehari-hari.
Al- Farlaky mengakui pengecekan takaran saban tahun dilakukan pemerintah. Hal ini dilakukan agar SPBU yang beroperasi dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur tidak bermain curang.
“Pemerintah hadir setiap tahun mengecek SPBU yang ada. Dinas terkait nanti akan turun langsung jika ada temuan maka ada upaya tindakan yang diambil sesuai aturan,” kata Al- Farlaky.
Dalam sidak ini, Bupati turut didampingi oleh pejabat dari Dinas yang bersinggungan , Camat Peurelak dan sejumlah pejabat penting lainnya.
Berita Terkini:>>
- Nasir Djamil Buka Diklat Paralegal YARA, Tekankan Keberpihakan pada Keadilan dan Masa Depan Aceh
- Antisipasi Banjir Akhir Tahun, Keuchik Minta BPBD dan Dinsos Aceh Timur Siapkan Lumbung Sembako Darurat di Setiap Kecamatan
- Aceh–Papua Bersaudara, Safaruddin Dorong Penguatan Pendidikan dan SDM
- PKB Aceh Timur Rampungkan Konsolidasi Pengurus DPRT dan Gelar Pelatihan Operator Tingkat Kecamatan
- Kejari Aceh Timur Tangkap Buronan Korupsi Aset PT KAI di Binjai, Divonis 6 Tahun Penjara
