Jurnalis : Seni Hendri
metropesawat.com, ACEH TIMUR –
Masyarakat Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, khususnya warga Gampong Batu Sumbang dan Pante Kera, mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bupati Aceh Timur, dan jajaran TNI, telah membangun jembatan gantung merah putih yang menghubungkan kedua desa pasca insfratruktur getek hancur dihantam banjir bandang akhir November 2025 lalu.
“Kita ucapkan ribuan terimakasih kepada Bupati Aceh Timur yang telah meresmikan jembatan gantung ini, dan apresiasi sebesar-besarnya kepada jajaran TNI dari kodim 0104/Atim, Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), serta prajurit Yonif TP 853/Brb”, ungkap Mat Rais, anggota DPRK Fraksi Partai NasDem, mewakili masyarakat Simpang Jernih, Minggu (1/3/2026).

Sebelumnya, Selasa (24/2/2026) Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, didampingi Dandim 0104/Atim Letkol Inf Novi Widyanto SE, meninjau sekaligus meresmikan atas rampungnya pembangunan jembatan gantung Merah Putih penghubung kedua desa tersebut.
“Hari ini kita melakukan kunker ke Simpang Jernih, untuk melihat progres pembangunan jembatan gantung yang sudah selesai dikerjakan dan sudah bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari masyarakat disini, sekaligus kita tinjau pembangunan Huntara, menyalurkan bantuan perahu, dan menyantuni anak yatim”, ungkapnya.
Kinerja TNI Luar Biasa
Anggota DPRK Aceh Timur, Mat Rais mengapresiasi kerja cepat dan nyata jajaran TNI Kodim 0104/Aceh Timur, dan tim dalam memacu progres percepatan pembangunan jembatan gantung penghubung Desa Batu Sumbang dan Pante Kera.
“Siang malam, jajaran TNI dibawah komando Pak Dandim bekerja ekstra cepat memacu progres pembangunan jembatan sehingga kini jembatan sudah bisa dilalui masyarakat dari kedua desa. Luar biasa kita sangat mengapresiasi “, ungkap politisi partai NasDem dari Dapil 3 Aceh Timur ini.
Kehadiran anggota TNI di daerah pelosok yang terdampak banjir dalam membangun kembali insfratruktur yang rusak, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan adalah sebagai wujud hadirnya instrumen negara dalam meringankan beban masyarakat dan membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
“Kita berharap TNI tetap menjadi lini terdepan bersama stakeholder lainnya dalam membangun dan memulihkan segala infrastruktur yang rusak dan membutuhkan pembangunan yang ekstra cepat “, harapnya.

Sementara itu, Dandim 0104 / Atim Komando Letkol Inf Novi Widyanto SE, mengatakan jembatan gantung merah putih penghubung Desa Batu Sumbang dengan Pante Kera sepanjang 170 meter dengan lebar 120 cm.
“Jembatan ini merupakan bantuan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sebagai wujud kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan akses dan mobilitas masyarakat daerah pedalaman yang terdampak banjir”, ungkap Dandim.
Pasca selesai dibangun, jelas Dandim, jembatan tersebut menjadi solusi permanen atas terputusnya akses antar desa yang sebelumnya hanya mengandalkan getek.
Banjir yang melanda Kecamatan Simpang Jernih 26 November 2025 lalu, jelas Dandim, telah membawa dampak besar terhadap insfratruktur disana.
Kerusakan jembatan getek menyebabkan aktivitas warga, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan menjadi terhambat.
“Melihat kondisi tersebut TNI bergerak cepat. Sinergi dan semangat gotong royong menjadi kunci percepatan pembangunan hingga akhirnya dapat diselesaikan dengan baik”, jelas Dandim.
Kehadiran jembatan gantung ini, kata Dandim, bukan sekedar sarana penghubung fisik antara desa, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan ketahanan masyarakat Pascabencana.
Kini warga Batu Sumbang dan Pante Kera dapat kembali beraktifitas dengan lebih aman, nyaman dan lancar.
“Pembangunan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AD untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaan”, ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung tersebut, dilaksanakan secara terpadu oleh personel TNI dari kodim 0104/Atim, Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), serta prajurit Yonif TP 853/Brb.(*)
