Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah
      1. Politik
      2. View All

      Azhari Maop Resmi Pimpin DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur

      January 17, 2026

      Juru Bicara KPA: Tidak Ada Perintah Naikkan Bendera Bulan Bintang pada 25 Desember 2025

      December 26, 2025

      Fakhrurrazi Terpilih Kembali sebagai Keuchik Gampong Seuneubok Baro Periode Kedua

      October 7, 2025

      Habis Manis Sepah Dibuang, Nasib PPS di Aceh Timur Tak Kunjung Terima Gaji, Ngadu ke Komnas HAM

      July 23, 2025

      Bupati Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey yang Dibangun TNI di Nurussalam

      January 16, 2026

      Dugaan Maladministrasi di Pilkeuchik Damar Siput P2K di Tuding Tak Netral dan Langgar Qanun

      January 13, 2026

      PGA IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Tahap Lima di Tamiang

      January 12, 2026

      Demi Rakyatnya, Wabup T Zainal Terobos Banjir Salurkan Bantuan Bagi Warga Mengungsi di Indra Makmu

      January 9, 2026
    • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
      • Agama
      • Seni Budaya
      • Olahraga
    Metropesawat.com
    Home ยป Tak Terima Anaknya Meninggal Diduga Karena Dianiaya, Orang Tua Laporkan Oknum TNI Kompi Lokop ke Subdenpom Iskandar Muda
    Berita Utama

    Tak Terima Anaknya Meninggal Diduga Karena Dianiaya, Orang Tua Laporkan Oknum TNI Kompi Lokop ke Subdenpom Iskandar Muda

    RedaksiMay 21, 2024
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Komandan Subdenpom Iskandar Muda/1-2 Kapten Cpm Suyanto, saat menerima pengaduan dari Salat orang tua almarhum Sulaiman yang diduga meninggal dunia akibat penganiayaan, didampingi tokoh masyarakat Gayo Aceh Timur.

    metropesawat.com, ACEH TIMUR –
    Salat Ibrahim ayah dari alm Sulaiman warga Desa Terujak, Kecamatan Serbajadi (Lokop), Aceh Timur, melaporkan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI Kompi Senapan D, yang menyebabkan anaknya meninggal dunia.

    Salat Ibrahim didampingi sejumlah tokoh Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur, dan sejumlah anggota DPRK Aceh Timur, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan bersama-sama itu ke Detasemen Polisi Militer IM/1 Sub Detasemen IM/1-2 dengan Laporan Pengaduan Nomor LP-01/ A-01/V/2024/ldik, Senin (20/5/2024) malam.

    Bukti laporan pengaduan dugaan penganiayaan ke Subdenpom Iskandar Muda Langsa.

    Laporan diterima oleh Serda M Hadi Pratama diketahui oleh Komandan Subdenpom Iskandar Muda/1-2 Kapten Cpm Suyanto.

    Dalam laporan pengaduannya, Salat menjelaskan bahwa ia telah menemui Jainudin teman alm anaknya yang saat ini ditahan Mapolres Aceh Timur, terkait dengan kepemilikan narkoba jenis ganja.

    Dari keterangan Jainudin, ungkap Salat, bahwa meninggalnya alm anaknya bukan karena kecelakaan. Tapi saat melintas di jalan Peureulak – Lokop –melewati Kompi D jika dari arah Lokop ke Peureulak — dan setibanya di tikungan Lengkok Dusun Cane, Desa Rampah, Kecamatan Serbajadi, anaknya alm Sulaiman dan Jainudin yang mana Sabtu dini hari menggunakan dua Sepmor sudah ditunggu di jembatan tersebut.

    “Setelah tiba di jembatan tersebut Jainudin dan anak saya langsung diberhentikan dan langsung ditelungkupkan dan dipukuli oleh oknum TNI Kompi Senapan D Lokop,” ungkap Salat.

    Keluarga Terima Almarhum Sudah Meninggal

    Kepada awak media saat ditemui di Polres Aceh Timur, Senin (20/5/2024) kemarin, Salat mengatakan bahwa keluarga menerima almarhum anaknya Sabtu dini hari itu sudah dalam kondisi meninggal dunia.

    Foto almarhum Sulaimansyah semasih hidup, dan telah meninggal dunia. Almarhum juga eks Kombatan GAM wilayah Lokop, dengan sandi Kelereng

    Saat itu, katanya anaknya diantar oleh oknum TNI Kompi Senapan D ke Puskesmas, dan diserahkan ke keluarga dalam kondisi sudah meninggal dunia, dan langsung dibawa ke rumah duka di Terujak.
    Sabtu siang itu langsung dikebumikan.

    Sebelumnya, saat jenazah dimandikan, ungkap Salat, pihak keluarga menemukan kondisi luka pada tubuh yang tak wajar.

    Sesuai kronologis yang beredar, kata, Salat bahwa almarhum dan kawannya dikejar. Lalu almarhum dan kawannya terjatuh dan almarhum melompat ke bawah jembatan karena panik.

    “Sesuai kronologis beredar mereka dikejar. Sebenarnya, itu tidak ada dikejar. Oknum tentara tersebut sudah menunggu di jembatan tersebut, lalu keduanya ditangkap dan ditelungkupkan dan dipukuli,” ungkap Salat mengutip keterangan, saksi Jainudin yang ditahan di Polres Aceh Timur.

    “Kalau kita lihat kondisi jenazah tidak layak. Yang layak adalah penganiayaan berat yang menyebabkan anak saya meninggal dunia. Kalau dikatakan lompat dari jembatan jatuh kepala duluan maka kepala rusak, jika kaki duluan kaki rusak, kalau terseret kecelakaan maka lecet, tapi ini tidak ada lecet. Muka dan dadanya remuk, bahkan di lokasi ditemukan adanya selongsong peluru. Karena itu, kami tidak terima dan kami merasa ada kejanggalan dalam kematian anak saya. Karena itu kami melaporkan peristiwa ini untuk dilakukan penyelidikan, untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya. Kami ingin keadilan,” harap Salat.

    Selongsong peluru yang ditemukan di TKP

    Setelah jenazah dikebumikan, Sabtu siang itu, ungkap Salat, ia menemui pihak Pos Kepolisian Lokop, menanyakan kronologis sebenarnya. Lalu pihak kepolisian, menjelaskan bahwa hanya menerima kronologis sesuai yang diteruskan oleh pihak TNI Kompi D.

    “Ada saya minta jenazah anak saya untuk diotopsi, tapi tidak jadi karena alasan masih ada saksi hidup teman almarhum anak saya,” ungkap Salat seraya berharap anaknya dapat dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab meninggal dunia.

    Surat keterangan yang dikeluarkan oleh Puskesmas Serba Jadi, yang menerangkan kondisi korban saat tiba di Puskesmas setempat sudah tidak bernyawa.

    Keterangan Versi Kronologis yang Beredar

    Berdasarkan kronologis yang beredar yang diterima media ini, bahwa telah diamankan 2 terduka pelaku yang membawa narkotika jenis ganda oleh Personel Kompi Lokop, di Tikungan Lengkok, Dusun Cane, Desa Rampah Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (18/5/2024) dini hari pukul 01.30 WIB.

    Kedua pelaku yang diamankan yakni Jainudin (38) warga Desa Lokop, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur.
    Kemudian Sulaiman (34) warga Desa Terujak, Kecamatan Serba Jadi–korban yang meninggal dunia–.

    Jainudin yang diamankan di Mapolres Aceh Timur, dugaan kepemilikan narkotika jenis ganja.

    Berdasarkan kronologis tersebut dijelaskan bahwa Sabtu dini hari itu, Personel TNI Kompi Senapan D Lokop, melihat 2 orang laki-laki melintas dengan menggunakan 2 unit sepmor jenis N-max didepan Kompi Senapan dengan kecepatan tinggi sehingga personil TNI piket merasa curiga sehingga dilakukan pengejaran terhadap 2 orang laki-laki tersebut.

    Karena merasa dikejar oleh personil TNI salah satu terduga terjatuh dan ikuti rekannya juga terjatuh di Tikungan Lengkok, Dusun Cane, Desa Rampah Kecamatan Serba Jadi.

    Lalu, salah satu terduga an Sulaiman merasa panik mencoba kabur melompat dari jembatan dengan kedalaman kurang lebih 15 meter dengan suasana tempat kejadian gelap, sehingga setelah terduga jatuh tidak sadarkan diri.

    Aparat keamanan saat mengecek TKP korban diduga melompat ke bawah jembatan.

    Kemudian personel TNI Kompi Senapan melakukan evakuasi terhadap an Sulaiman bin Salat ke puskesmas Kecamatan Serba Jadi untuk dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
    Akibat kejadian tersebut korban Sulaiman bin Salat meninggal dunia.

    Dari kedua pelaku diamankan barang bukti sebagai berikut: 3 (tiga) ball Narkoba jenis Ganja dengan berat kurang lebih 20 kg.
    1 unit HP merek oppo, plastik bening bungkusan kosong, kaca pirex 2, pipet, 2 korek mancis, tas slempang, dompet, 2 sepmor jenis N-max warna hitam.

    Sepmor dan narkotika jenis ganja milik terduga pelaku saat diamankan.

    Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur Apresiasi Subdenpom Iskandar Muda

    Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur, mengapresiasi pihak Subdenpom Iskandar Muda Langsa yang langsung turun ke lokasi melakukan investigasi Selasa (21/4/2013).

    Petugas Subdenpom saat melakukan investigasi dan pengecekan ke TKP.

    “Kami Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur berharap kasus ini diusut tuntas, agar tidak terulang kembali,” harap toloh masyarakat Gayo Aceh Timur.

    Dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI Kompi D, yang menyebabkan almarhum Sulaiman meninggal dunia memicu kemarahan tokoh-tokoh masyarakat Gayo Aceh Timur, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur.

    Menurut tokoh masyarakat Gayo, kejadian serupa tidak bisa dibiarkan dan harus diusut tuntas.

    “Jika almarhum memiliki narkotika maka biarkan diproses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jangan semena-mena melakukan penganiayaan, negara kita negara hukum, yang menganut asas equality before the law yaitu semua manusia sama dan setara dihadapan hukum. Dan mengedepankan asas praduga tak bersalah sebelum adanya putusan dari pengadilan. Seharusnya setelah pelaku diamankan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Karena itu, kami Forum Masyarakat Gayo Aceh Timur berharap agar kasus ini diusut tuntas,” harap tokoh masyarakat Gayo Aceh Timur.(Seni Hendri)

    Dugaan Penganiaya Narkoba

    Related Posts

    Berita Utama

    Gercep, Bupati Al Farlaky Resmikan Pembangunan Hunian Sementara Bagi Korban Banjir

    January 16, 2026
    Daerah

    Aksi Peduli Kemanusiaan, Pemko Batam Salurkan Rp4,8 Miliar untuk Korban Bencana Aceh

    January 11, 2026
    Berita Utama

    Bupati Al- Farlaky Pacu Pembangunan Huntara, Target 10 Hari Selesai

    January 9, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025259 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024147 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025126 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.