Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah
      1. Politik
      2. View All

      Haji Uma Wujudkan Mimpi Lala Lanjut Sekolah di MAN 1 Idi

      August 17, 2026

      Ketua Komisi IV DPRK Fattah Fikri : Selamat Ditetapkannya Azhari M Nur sebagai Ketua DPW PA Aceh Timur

      May 19, 2026

      Dipercaya DPP Partai Aceh, Azhari “Haji Maop” Resmi Nahkodai DPW PA Aceh Timur 2026-2031

      May 18, 2026

      Johar Fahlani Soroti Kelangkaan BBM di Aceh Timur, Minta Disperinakertans Lebih Proaktif

      March 7, 2026

      “Penuh Khidmat dan Nasionalisme, Dandim 0104/Aceh Timur Ikuti Prosesi Penurunan Bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI Ke-81 di Langsa”

      August 17, 2026

      Peringati 21 Tahun Damai Aceh dan HUT RI ke-81, MPC PP Aceh Timur Gelar Zikir Bersama

      August 16, 2026

      Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

      August 13, 2026

      Tajuddin Alusi Bantah Dugaan Rangkap Jabata Tuha Peut Bukan Perangkat Gampong

      August 10, 2026
    • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
      • Agama
      • Seni Budaya
      • Olahraga
    Metropesawat.com
    Home » Sambut Tahun Baru Islam 1446 H, Masyarakat Peureulak Gelar Doa dan Santunan Yatim di Makam Sultan
    Berita Utama

    Sambut Tahun Baru Islam 1446 H, Masyarakat Peureulak Gelar Doa dan Santunan Yatim di Makam Sultan

    Seni HendriJuly 8, 2024
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram

    metropesawat.com, PEUREULAK – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah/2024 Masehi, Pemerintah Kecamatan Peureulak mengelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim, di komplek Makam Sultan Alaidin Said Maulana Abdul Azis Syah, yang merupakan pendiri Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara, di Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Minggu (7/7/2024).

    Kegiatan ini meliputi samadiyah, penyantunan anak yatim, dan pemaparan biografi Sultan serta tausiah.

    Samadiyah merupakan pembacaan Al-Quran Surat Al-Ikhlas, tahlil, dan doa untuk Sultan dan isterinya, yang dipimpin oleh Waled Thahir (Wakil Ketua MPU) Aceh Timur. Sedangkan biografi sultan dipaparkan oleh Ketua Forum Peduli Situs Kerajaan Islam Peureulak (FPSKIP) Syarifuddin S. Malem, S.Pd.I., M.Pd.

    Terakhir, tausiah disampaikan oleh Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab atau yang akrab disapa Tusof.

    Camat Peureulak, Nasri SE., MSM mengatakan setiap tahun acara doa bersama menyambut 1 Muharram selalu diadakan di kompleks makam tersebut. 

    “Salah satu makam yang terdapat di komplek ini diyakini sebagai makam Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah,” ujar Nasri.

    Lanjutnya, Sultan Abdul Aziz Syah adalah sultan pertama Kerajaan Islam Peureulak yang diproklamirkan pada 1 Muharram 225 H/840 M.

    “Menyambut tahun baru Islam di lokasi makam menjadi lebih bermakna karena sekaligus memperingati hari lahirnya Kerajaan Islam Peureulak,” ungkap Camat Nasri.

    Sementara itu, Syarifuddin S. Malem yang didaulat memaparkan biografi Sultan, dalam uraiannya menjelaskan terdapat tiga alasan mengapa perayaan Tahun Baru Islam di komplek makam ini begitu istimewa.

    Pertama, Abdul Aziz Syah adalah sultan kerajaan Islam Peureulak yang pertama dan dilantik pada 1 Muharram 225 H/840 M.

    Kedua, dalam tubuh Sultan mengalir darah 3 bangsa besar, yaitu Arab, Persia, dan Aceh, dan Ketiga, almarhum adalah zurriyat Nabi Muhammad SAW melalui garis Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib”, papar mantan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) itu.

    Masih menurut Syarifuddin S. Malem, ayah Sultan Abdul Aziz Syah bernama Ali Al-Muktabar yang datang untuk mengembangkan ajaran Islam kepada raja dan rakyat Peureulak, kemudian menikah dengan putri bangsawan di sana.

    “Ali Al-Muktabar menikah dengan Putri Mahdun Tansyuri, adik Maharaja Peureulak Syahir Nuwi. Dari pernikahan tersebut lahir seorang putra yang diberi nama Abdul Aziz, dimana setelah dewasa dinobatkan menjadi Sultan dan Kerajaan Peureulak berubah sistem pemerintahan menjadi Kerajaan Islam,” imbuhnya.

    “Kisah kepemimpinan Sultan Alaiddin Sayyid Maulana Abdul Aziz Syah mengingatkan kita pentingnya hijrah menuju pribadi yang lebih taqwa. Beratnya perjuangan kita pada masa sekarang belum seberapa dibanding perjuangan para pendahulu kita,” pungkas Syarifuddin S. Malem.

    Pantauan media ini, pengunjung tidak hanya berasal dari Peureulak dan sekitarnya namun tampak juga ada yang datang dari luar daerah seperti Langsa, Lhok Nibong, Aceh Utara dan Banda Aceh. (Hasan Basri Maken)

    Masyarakat Peureulak Gelar Doa dan Santunan Yatim di Makam Sultan Sambut Tahun Baru Islam 1446 H

    Related Posts

    Pendidikan

    Nasir Djamil Buka Pendidikan Advokat IKADIN, Tekankan Kebenaran, Etika, dan Keadilan

    August 20, 2026
    Berita Utama

    Erlanda Juliansyah Putra Bekali Calon Pengacara Publik dengan Kemahiran Menyelesaikan Perkara Pidana

    August 20, 2026
    Daerah

    Dibawah Nahkoda Abon Yunus, Tahun 2026 ini Baitul Mal Salurkan Rp32 M untuk 6.431 Penerima Manfaat

    August 20, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025327 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024173 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025156 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.