“Hasil deteksi oleh personel KBRN Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh dengan didampingi dua warga Desa Panton Rayeuk T pada tiga lokasi yang ditunjukkan, dinyatakan aman, tidak ditemukan adanya gas berbahaya di lokasi tersebut,” sebut Kapolres usai ikut memantau pengecekan tersebut, Selasa (26/08/2025) sore.
Tim PESAWAT Tinjau Lokasi
Untuk mengetahui kondisi terkini, tim dari Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) turun langsung ke Dusun Buket Mamplam, Desa Panton Rayeuk T, untuk mengetahui kondisi terkini masyarakat dan merasakan kualitas udara di desa tersebut.

Warga : Bau Hilang Timbul
Sejumlah tokoh masyarakat Panton Rayeuk T, yang ditemui di lapangan, mengatakan mereka merasa kurang puas dengan hasil pengecekan tim Gegana Polda Aceh terkait tidak ditemukannya udara tercemar.
Namun, warga mengapresiasi keseriusan pemerintah khususnya aparat keamanan dalam memastikan kualitas udara dan keselamatan jiwa masyarakat di desa setempat.
“Hasilnya kurang memuaskan. Namun, kami mulai yakin dan percaya bahwa kualitas udara mulai aman,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Awalnya, kata tokoh tersebut, bau menyengat dirasakan oleh Mariana (warga Lorong Tgk Is) beserta 5 keluarganya saat memetik sawit di kebun. Bau itu dirasakan Minggu pertama perawatan sumur dilakukan.
Tiga hari kemudian, warga kembali merasakan bau menyengat tersebut, pada waktu subuh.
Tidak Terdeteksi Gas Detektor
Tokoh masyarakat setempat, mengatakan sejak awal mulai perawatan sumur Migas 2 Agustus 2025 lalu, sebanyak 10 orang warga setempat ditugaskan untuk mendeteksi bau menggunakan alat gas detektor.

Halaman selanjutnya >>>>