metropesawat.com, ACEH TENGGARA – Bupati Aceh Tenggara (Agara), HM Salim Fakhry, SE, MM menggerebek gudang dan temukan ratusan ton yang diduga beras oplosan di Desa Terutung Seperai, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, Kamis (3/4/2025) pukul 1.30 WIB dinihari.
Bupati Agara HM Salim Fakhry, SE, MM didampingi Staf ahli Bupati Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan, Hataruddin SE, Kasat Reskrim, Iptu Bagus Pribadi, Kasat Intelkam, Polres Aceh Tenggara, Iptu Iskandar Said.
Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry SE, MM mengatakan, ia mendapatkannya informasi terkait adanya indikasi pengoplosan beras yang dilakukan oknum, saat halalbihalal hari Raya Idul Fitri bersama masyarakat.
“Makanya kemarin pukul 10, saya cek-cek kecurigaan saya. Atas laporan muncul itu, muncul rasa curiga saya, sehingga saya minta Kasat Reskrim, Kasat Intel dan anggotanya meninjau kemari (lokasi gudang yang diduga beras oplosan) ternyata benar informasi yang disampaikan masyarakat tersebut,” ungkap Bupati Salim Fakhry.
Saat ini, pelaku kejahatan ini bersama barang bukti sudah dibawa ke Polres Aceh Tenggara untuk proses hukum lebih lanjut.
Bupati berharap kasus ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya.
“Kita percayakan kepada Polres Aceh Tenggara untuk menyelidiki masalah kasus indikasi pengoplosan beras ini. Inilah hadiah hari lebaran kita,” ungkap Salim Fakhry.
Indikasi pengoplosan beras diperkirakan ratusan ton, karena barang bukti yang dibawa ke Polres di dalam mobil saja sudah 20 ton. Menurut pengakuan pengusaha ini beras yang dioplos itu dijual ke Medan, namun akhirnya dia mengaku sudah melempar ke Bulog Kutacane untuk pengoplosan beras 400 ton.
“Diperkirakan sudah 400 ton yang selama ini dilakukan, indikasi praktik pengoplosan beras ini. Semoga hanya terjadi di satu lokasi, yakni tempat usaha milik pelaku,” terangnya.
Meski demikian, Bupati tetap mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam membeli beras dengan selalu memeriksa label dan izin resmi perusahaan yang tertera pada kemasan.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa produknya asli dan sesuai dengan standar yang ada, sehingga konsumen dapat terhindar dari risiko mengonsumsi beras oplosan yang kualitasnya tidak terjamin.
Sementara pelaku inisial MMT yang mengakui telah menyampur berbagai jenis beras dengan kualitas berbeda dan melemparkannya ke Bulog, bersama pekerja dan barang bukti dibawa ke Polres Aceh Tenggara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Reporter: Arwan Syah
Editor: Seni Hendri