Kronologi yang kami terima sebagai berikut Pada malam kejadian, Arjun membeli nasi goreng di sekitar masjid. Karena sudah larut malam, ia meminta izin kepada penjual nasi goreng untuk menumpang tidur di masjid, dan penjual tersebut mengizinkannya. Tidak lama berselang, seorang penjual sate datang dan melarangnya tidur di sana. Terjadi adu kata, dan penjual sate itu diduga melaporkan kejadian tersebut kepada beberapa pemuda.

Tak lama kemudian, lima orang pemuda datang ke masjid. Mereka memaksa Arjun untuk pergi, namun korban menolak karena hanya ingin beristirahat sebentar. Para pemuda tersebut lalu melakukan pemukulan secara brutal. Arjun diseret hingga kepalanya membentur tangga masjid, menyebabkan luka pecah di bagian belakang kepala. Setelah itu, korban dibawa ke halaman masjid dan dipukul bertubi-tubi, termasuk menggunakan batok kelapa ke bagian muka, hingga wajahnya mengalami luka parah dan pecah di bagian depan.
Peristiwa ini bukan hanya tindakan kekerasan, tetapi juga tindakan biadab yang mencoreng kesucian rumah ibadah. Masjid seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan tempat pertumpahan darah. Apa yang dilakukan para pelaku telah menginjak nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan.
Kami mengutuk keras tindakan keji ini dan mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sibolga, untuk menindak tegas seluruh pelaku serta mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Berdasarkan informasi terakhir, empat orang pelaku telah diamankan, dan satu orang lainnya masih dalam proses pengejaran.
Lanjut Baca halaman Selanjutnya
