Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      Debit Air Sungai Lokop Meningkat, Warga Di hilir Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

      September 10, 2026

      Pasca Dilantik, Bupati Minta Baitul Mal Aceh Timur Segera Salurkan Bantuan kepada Mustahik

      September 9, 2026

      LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

      September 5, 2026

      Fantastis Hotel Royal Idi Beli Miniatur Kapal Karya Napi Lapas Idi Belasan Juta Rupiah

      September 3, 2026

      Angka Stunting di Wilayah Puskesmas Idi Rayeuk Turun Drastis Hingga Agustus 2026

      September 2, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Metropesawat.com
    Home » Dituding Pimpin Disdik dengan Gaya Otoriter, Ini Respon Kadisdik Atim Bustami
    Aceh Timur

    Dituding Pimpin Disdik dengan Gaya Otoriter, Ini Respon Kadisdik Atim Bustami

    RedaksiJuly 30, 2025
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Kantor Disdikbud Aceh Timur.

    metropesawat.com, ACEH TIMUR —
    Angin perubahan yang diharapkan dari reformasi birokrasi pendidikan di Aceh Timur kini berbalik arah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang seharusnya menjadi jantung kemajuan intelektual daerah justru tersandera oleh gaya kepemimpinan otoriter. Bustami, Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikbud Aceh Timur, disebut-sebut telah menjalankan kekuasaannya layaknya seorang diktator. Satu arah, satu suara, tanpa ruang kritik.

    Belum genap setengah tahun menjabat, gelombang ketidakpuasan mulai membanjiri ruang-ruang diskusi ASN, aktivis, hingga para jurnalis. Bustami dituding menggunakan jabatan sebagai alat kekuasaan pribadi, bukan pelayanan publik. Kasus pemindahan sepihak terhadap seorang ASN berinisial MW menjadi bukti nyata dari wajah kediktatoran yang kini membayangi Disdikbud.

    MW adalah sosok ASN yang dikenal aktif dan vokal. Ia mempertanyakan keberadaan seorang pegawai yang mangkir kerja selama hampir dua tahun. Namun bukannya mendapat dukungan untuk menegakkan kedisiplinan, MW justru dihadiahi mutasi ke Kecamatan Sungai Raya. Sementara sang pegawai ‘hantu’ yang dua tahun tak berkantor tetap duduk manis di posisi lama—tanpa sanksi, tanpa teguran, tanpa rasa malu.

    Sumber internal menyebut bahwa oknum yang mangkir itu merupakan ‘orang dalam’ Bustami. Jika benar, maka yang terjadi bukan lagi pelanggaran birokrasi, melainkan nepotisme terang-terangan. Disdikbud telah berubah dari lembaga pendidikan menjadi panggung sandiwara kuasa, tempat kesetiaan dibayar mahal dan kejujuran dibuang ke parit.

    “Ini pembusukan dari dalam. Siapa yang berani bersuara, langsung dicap musuh,” ujar salah satu ASN senior yang kami temui, dengan wajah penuh cemas. Ia meminta namanya dirahasiakan, karena ia tahu: suara kebenaran di lingkungan Disdikbud saat ini bisa menjadi tiket cepat menuju pembuangan birokrasi.

    Bustami pun disebut alergi terhadap wartawan. Konfirmasi yang dikirimkan berkali-kali oleh media ini tak pernah dijawab. Telepon tak diangkat, pesan tak dibalas. Jangankan memberi klarifikasi, menyapa pun tidak. Bagi Bustami, tampaknya media adalah musuh yang wajib dihindari. Lalu untuk siapa ia bekerja jika bukan untuk rakyat yang ingin tahu kebenaran?

    Sikap anti-transparansi ini menambah panjang daftar kebobrokan moral birokrasi pendidikan Aceh Timur. Media sebagai pilar demokrasi dianggap gangguan, bukan mitra. ASN yang kritis dicurigai, bukan diapresiasi. Rakyat yang bertanya dianggap lancang. Ini bukan hanya kediktatoran administratif—ini adalah upaya pembungkaman secara sistemik.

    Yang lebih menyedihkan, gaya otoriter Bustami justru seolah tak tersentuh. Banyak pihak meyakini bahwa kedekatannya dengan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menjadi tameng yang ampuh. Sebuah relasi yang jika tak segera diluruskan, bisa menjadi racun bagi reputasi Pemerintahan Aceh Timur yang baru tumbuh mekar.

    Padahal publik menaruh harapan besar kepada Iskandar. Putra Peureulak ini dikenal cerdas, muda, dan progresif. Langkah-langkah efisiensinya di bidang anggaran dan pembangunan menuai banyak pujian. Tapi satu titik hitam di lingkaran dalam bisa menjadi noda yang merusak segalanya.

    Baca halaman berikutnya >>>>

    1 2 3
    Berita pendidikan Aceh Timur Kadisdik Aceh Timur Bustami

    Related Posts

    Berita Utama

    Terkait Isu Napi Bebas Pakai Narkoba dan Dapat Fasilitas Khusus, Kalapas Kelas II B Idi Lakukan Evaluasi Menyeluruh

    September 12, 2026
    Aceh Timur

    Lembaga Sirul Mubtadin Aceh Timur Gelar Rapat, Abi Kamaruddin Kembali Pimpin Periode 2026–2031

    September 12, 2026
    Daerah

    Syuhada Apresiasi Bupati Aceh Timur Genjot Pembangunan Jalan di Pedalaman

    September 11, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025331 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024174 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025156 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.