Selain itu, turut dibahas perkembangan penyaluran dana stimulan bagi rumah rusak ringan (RR) dan rumah rusak sedang (RS) agar prosesnya dapat segera dituntaskan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Al-Farlaky juga meminta kepada Kepala Posko Satgas PRR agar terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat Aceh Timur yang hingga saat ini masih belum tersalurkan.
Menurutnya, percepatan penyaluran seluruh bantuan menjadi harapan besar masyarakat yang telah lama menunggu proses pemulihan pascabencana.
Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus diperkuat sehingga seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, serta memberikan kepastian bagi masyarakat terdampak banjir untuk segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Langkah Bupati Aceh Timur melakukan serangkaian pertemuan dengan sejumlah kementerian di Jakarta merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk mempercepat pemulihan pascabanjir.
Dalam beberapa hari terakhir, Bupati Al-Farlaky aktif menjajaki komunikasi dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah pusat guna memastikan seluruh hak masyarakat terdampak banjir dapat segera direalisasikan.
Menurut Bupati, perjuangan tersebut tidak hanya berfokus pada percepatan penyaluran bantuan hidup (jadup), dana stimulan, bantuan perabot rumah tangga, serta rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga, tetapi juga memastikan setiap program pemerintah pusat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh Timur yang menjadi korban banjir.
“Ini adalah amanah yang harus kami perjuangkan. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan terus mengetuk pintu kementerian dan lembaga di tingkat pusat agar seluruh hak masyarakat terdampak banjir dapat segera dipenuhi. Kami tidak ingin ada warga yang tertinggal dalam proses pemulihan ini,” tukas Bupati Al-Farlaky.(Hasan Basri Maken).
