Close Menu
  • Berita Utama
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • InfoWarkop
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • MetroInovation
  • MetroInspiratif
  • MetroSport
  • MetroViral
  • Nasional
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Syiar
  • Tokoh
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
Facebook Instagram WhatsApp TikTok
Metropesawat.com
  • Home
  • Berita Utama
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Pendidikan
  • MetroSport
  • Politik
Subscribe
Metropesawat.com
Home » Memilih Harapan Baru, Bukan yang “Hanjeut Ta Harap”
Opini

Memilih Harapan Baru, Bukan yang “Hanjeut Ta Harap”

Iskandar IshakMay 3, 2024
Share WhatsApp Facebook Telegram Email

Ilustrasi Pilkada

Pilkada serentak masih akan berlangsung satu semester lagi. Namun di beberapa wilayah genderang perang politik (sudah) mulai ditabuh.

Tak terkecuali Kabupaten Aceh Timur sebagai salah satu daerah bekas basis konflik di Aceh, tentu saja kekuatan dan hegemoni kekuatan politik berbasis lokal sangatlah dominan dalam setiap event-event kompetisi politik khususnya PILKADA.

Sejak Pilkada pertama pasca damai tahun 2006, Aceh Timur sudah dipimpin oleh mantan kombatan, dan kemudian selanjutnya selama dua (2) periode berturut-turut kepemimpinan eksekutif Aceh Timur mulai Bupati dan Wakil Bupati 100% (seratus persen) berasal dari kombatan.

Ads
Demo

Sehingga praktis Aceh Timur pasca damai hingga sekarang 15 tahun lebih sudah dipimpin oleh mantan kombatan.
Pilkada terakhir pada tahun 2017 kemarin malah dari dua pasang calon kontestan yang bertarung, dua-duanya berasal dari DNA yangg sama, yaitu DNA perjuangan GAM.

Kondisi perpolitikan hari ini terlihat lebih cair dan berwarna dibandingkn dengan kompetisi-kompetisi sebleumnya yang terlihat terbelah dan terpolarisasi.

Dimana sekarang ini terlihat kemunculan tokoh-tokoh sipil baru engan basic yang beragam yang menurut hasil survey, dari opini yang berkembang, dan desas-desus dari mulut ke mulut akan maju sebagai Cabup Aceh Timur 2024.

Sebut saja diantaranya Iskandar Usman Farlaky (anggota DPRA Aktif tiga periode) dari Partaj Aceh, selanjutnya Faisal Riza (pengusaha ikan) H. Sulaiman (kontraktor), dan Firman Dandy ( birokrat muda Aceh Timur).

Selain dari elemen sipil, para mantan kombatan seperti Ridwan Abubakar (anggota DPRA) Zulfadly Aiyub (ketua DPW PA Aceh Timur) dan Muslem Usman (mantan DPRA) juga diprediksi ikut meramaikan bursa kompetisi politik kedepan.

Dari hasil survey dan analisa penulis serta opini yang berkembang bahwa (ada) kecendrungan dan keinginan dari sebagian masyarakat agar Aceh Timur dipimpin oleh “sipil” yang punya kapasitas, (bukan) sekedar hanya punya modal finansial saja.

Dari sejumlah Nama-nam dari sipil yang telah disebut diatas mengerucut kepada dua tokoh yangg “dianggap layak” dan punya kapasitas untuk jadi Bupati ke depan yaitu Iskandar Usman Al-Farlaky dan Dr. Firman Dandy.

Nama terakhir yang disebut ini, menurut penulis sebagai perempuan, Firman Dandy seakan terlihat sebagai “simbol baru” dari perjuangan yang elegan dari kekuatan kelompok politik dan intelektual muda di Aceh Timur.

Sebagai birokrat Firman Dandy tentu menguasai banyak hal-hal teknis yang membutuhkan kombinasi antara ketajaman pikiran dan keberanian bersikap.

Secara moral, etikabilitas, Firman Dandy juga tidak ada cacat dan noda, sehingga boleh dikatakan “beda etis” antara Firman Dandy dengan calon yang lain sangat jauh sekali.

Kemunculan Firman Dandy sebagai Cabup harus diterima sebagai sebuah fakta politik. Firman Dandy berhak untuk diuji ketajaman perspektifnya dalam membangun daerah, sehingga Firman Dandy harus diberi kesempatan untuk memimpin.

Terkait dengan anggaran untuk perempuan, kami berharap Firman Dandy bukan hanya MEMBERDAYAKAN perempuan, tapi juga harus MEMIHAK pada perempuan.

Yang punya kapasitas (haruslah) memimpin, masalah sejarah tidak memberinya kesempatan itu soal lain.

Jika seseorang yang tidak ada kapasitas tapi tiba-tiba muncul dan diberi kesempatan sebagai pemimpin, maka pastilah dia akan memanipulasi semua hal untuk kepentingan pencitraan dirinya.

Dan kita tidak ingin (lagi) mental-mental destruktif seperti ini (kembali) memimpin Aceh Timur.

Atum butuh perubahan.. Firman Dandy adalah NEW HOPE, bukan No Hope…

Mihrima: (Pegiat Perempuan Aceh Timur)

Aceh Timur Cabup Pilkada Politik Sosok

Berita Terkini

Daerah

Antisipasi Banjir Akhir Tahun, Keuchik Minta BPBD dan Dinsos Aceh Timur Siapkan Lumbung Sembako Darurat di Setiap Kecamatan

JamadonOctober 15, 2026
Politik

PKB Aceh Timur Rampungkan Konsolidasi Pengurus DPRT dan Gelar Pelatihan Operator Tingkat Kecamatan

JamadonOctober 13, 2026
Opini

OPINI: Langkah Maju Bupati Aceh Timur – Dari Jalanan Menuju Meja Perjuangan

JamadonOctober 8, 2026
Terkini

Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an

October 8, 2026

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi Petani, Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU

October 8, 2026

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 2026
Medsos MetroPesawat
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Demo
Ekonomi Bisnis

Tokoh Masyarakat Gayo Rahmadsyah: Bupati Aceh Timur Perlu Reformasi semua HGU yang Diterbitkan tahun 1990 an

October 8, 2026

Bupati Aceh Timur Terima Audiensi Petani, Bentuk Tim Bersama Selesaikan Sengketa HGU

October 8, 2026

Viral! Kayu Tabungan Nenek Diduga Hilang, Muncul Klaim Video Diminta Dihapus: “Katanya Berat Lawan

October 4, 2026
Seni Budaya

Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

December 31, 2025

Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

December 31, 2025

Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

November 21, 2025
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Tentang Kami
  • Redaksi Dan Manajemen
© 2020 PT. Media Pesawat Group

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.