Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

      September 5, 2026

      Fantastis Hotel Royal Idi Beli Miniatur Kapal Karya Napi Lapas Idi Belasan Juta Rupiah

      September 3, 2026

      Angka Stunting di Wilayah Puskesmas Idi Rayeuk Turun Drastis Hingga Agustus 2026

      September 2, 2026

      Poling Himapas: 93,28% Responden Tak Puas, 1,5 Tahun Oyon–hamzah Dinilai Belum Menjawab Harapan Publik

      September 1, 2026

      Abdul Hakim Pimpinan Panti Asuhan Gampong Jalan Berpulang ke Rahmatullah

      September 1, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Metropesawat.com
    Home » Pengerukan Tanggul di Desa Blang Nie Ancam Abrasi ke Pemukiman Warga
    Hukum dan Kriminal

    Pengerukan Tanggul di Desa Blang Nie Ancam Abrasi ke Pemukiman Warga

    JamadonSeptember 9, 2026
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Pengerukan tanggul sungai untuk kepentingan proyek pompanisasi di Desa Blang Nie, Kabupaten Aceh Timur, dikhawatirkan memicu abrasi dan berpotensi mengancam pemukiman warga, Rabu (9/9/2026).

    metropesawat.com, ACEH TIMUR – Pengerukan tanggul sungai untuk kepentingan proyek pompanisasi di Desa Blang Nie, Kabupaten Aceh Timur, dikhawatirkan memicu abrasi dan berpotensi mengancam pemukiman warga, Rabu (9/9/2026). 

    Informasi tersebut disampaikan warga setempat. Menurut warga, pengerukan dilakukan untuk mengalirkan air dari Sungai Arakundo guna kebutuhan proyek pompanisasi di area persawahan.

    Jarak Tanggul ke Bibir Sungai Hanya 6 Meter

    Warga menyebut jarak antara tanggul yang digali dengan bibir sungai hanya sekitar 6 meter. Proses pengerukan menggunakan alat berat jenis beko.

    “Tujuan tanggul digali untuk menanam pipa guna menyedot air sungai agar dialirkan ke persawahan karena kepentingan proyek pompanisasi,” ujar salah seorang warga.

    Warga khawatir kondisi ini berbahaya, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan. 

    “Tanggul yang digali menggunakan alat berat beko untuk menanam pipa tersebut sangat rawan terkikis saat air sungai meluap,” lanjutnya.

    Jika tanggul jebol, dikhawatirkan air akan merendam pemukiman warga sehingga berpotensi menimbulkan bencana bagi Desa Blang Nie dan desa sekitarnya.

    Warga Minta Pemerintah Tinjau Ulang

    Warga meminta pemerintah meninjau ulang pengerukan tanggul tersebut. 

    “Alangkah baiknya tanggul jangan digali untuk ditanam pipa. Pipa tersebut bisa ditaruh di atas tanggul lalu ditimbun dengan tanah untuk menghindari kerusakan,” kata warga.

    Selain itu, warga juga meminta Muspika untuk meninjau langsung lokasi pengerukan tanggul menggunakan alat berat beko tersebut guna melihat dampak dari penggalian.

    Razali Kjreung Blang: Sudah Ada Izin, Tidak Ada Masalah

    Sementara itu, Kjreung Blang Desa Blang Nie, Razali, saat dikonfirmasi terkait proyek pompanisasi di desanya mengatakan tidak ada masalah dengan digalinya tanggul untuk pemasangan pipa pompanisasi.

    “Pihaknya secara lisan sudah meminta izin kepada Muspika untuk digalinya tanggul. Dan menurut Razali, Muspika membolehkan kalau tanggul digali untuk pemasangan pipa tersebut,” jelasnya.

    Razali juga menyebutkan sudah meminta izin kepada Dinas PUPR Kabupaten Aceh Timur untuk menggali tanggul tersebut. 

    “Tidak ada masalah dengan digalinya tanggul untuk pemasangan pipa. Bahkan tanggul yang sudah dipasang pipa tersebut sudah ditutup dan dipadatkan kembali,” ucapnya.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Aceh Timur terkait teknis pengerukan dan kajian dampak terhadap tanggul di Desa Blang Nie.

    Laporan : Iskandar 

    Editor     : Jamadon 

    Artikel Terdahulu..

    • Pengerukan Tanggul di Desa Blang Nie Ancam Abrasi ke Pemukiman Warga
    • Pengamanan Adalah Pondasi Pembinaan, Lapas Kelas IIB Lhoksukon Gelar Rapat dengan Seluruh Anggota
    • Saweu Keude Kopi, Kapolsek Idi Tunong Perkuat Komunikasi dengan Warga
    • Kapolsek Idi Rayeuk Ajak Warga Jauhi Judi Online, Ingatkan Dampaknya bagi Keluarga dan Pekerjaan
    • Drama Adu Penalti Warnai Final Migas Cup 2026, Medco E&P Malaka Kampiun, Editor FC Runner Up
    Aceh Timur Berita Utama Pengerukan Tanggul di Desa Blang Nie Ancam Abrasi ke Pemukiman Warga

    Related Posts

    Olahraga

    Drama Adu Penalti Warnai Final Migas Cup 2026, Medco E&P Malaka Kampiun, Editor FC Runner Up

    September 6, 2026
    Berita Utama

    Haji Uma Soroti Pengeroyokan Siswa di Simeulue, Minta Polisi Segera Amankan Tujuh Tersangka

    September 6, 2026
    Daerah

    LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

    September 5, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025329 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024174 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025156 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.