Jurnalis: Ardiansah
metropesawat.com, ACEH TIMUR – Samsul Sahrizal, Keuchik Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, meminta warga tidak melayani pihak atau oknum yang melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun yang mengatasnamakan perangkat desa.
“Karena kita tidak melegalkan tindakan gratifikasi atau pungutan liar terhadap bantuan stimulan dan jatah hidup bagi warga yang menjadi korban banjir,” ungkap Samsul Sahrizal.
Samsul menyebutkan, mekanisme penyaluran stimulan, jadup secara langsung diterima oleh penerima manfaat dan disalurkan oleh pihak kantor pos.
Baca juga : Laporkan Semua Akun Penyebar Fitnah, Bupati Al-Farlaky: Kita Uji Secara Hukum
“Jadi perangkat desa tidak memiliki kewenangan terhadap uang tunai jadup, kami hanya memberikan undangan kantor pos kepada nama sesuai NIK KTP, namun jika ada pungli di luar sepengetahuan dan tanggung jawab kami,” ungkap Rizal di kantor desa setempat pada Senin (4/5/2026)
Kepada media Rizal, menegaskan warga yang menjadi korban banjir yang mendapat bantuan (Jadup) dan stimulan agar tidak melayani tindakan pungutan liar atau upaya lainnya dengan dalih apapun.
“Kita tegaskan perangkat tidak boleh meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apapun, namun jika tindakan itu diketahui kita meminta warga, agar melaporkan oknum tersebut, kepada penegak hukum, jika ada oknum perangkat desa yang melakukan pungli saya selaku geuchik akan mengambil tindakan tegas sesuai sanksi, karena tindakan itu tidak dapat kami toleransi,” tegas Rizal,
Terpisah, Warsito, Fikri, Muslim, Suratman dan Yoga juga warga lainnya mengaku telah menerima bantuan banjir berupa sembako, bantuan daging meugang, Huntara, isi hunian sementara, Jadup, stimulus dan bantuan pemulihan ekonomi, mengaku menerima bantuan sepenuhnya.
“Kami sudah menerima sepenuhnya bantuan banjir, seperti sembako daging, itu diantarkan oleh perangkat desa, untuk Jadup dan stimulus kami ambil sendiri ke kantor pos dengan undangan yang diberikan prangkat, warga yang tidak mengetahui alur bantuan juga tetap didampingi oleh perangkat, sejauh ini kami sangat berterimakasih kepada Keuchik Peunaron Baru dan perangkat desa, dan pemerintah Aceh Timur,” ungkap Yoga. (*)
