Bersama kita jemput berkah Ramadhan dengan berbagi takjil, santunan anak yatim-piatu, dan buka puasa bersama untuk memperkuat silaturahmi sesama pengurus dan kerabat”,
HERIYANSYAH ST Ketua MPC PP Aceh Timur
Jurnalis: Seni Hendri
metropesawat.com, ACEH TIMUR –
Ramadhan selalu membawa berkah kedamaian, kesejukan dan semangat berbagi serta momen untuk mempererat silaturrahmi antar sesama kader pengurus dan relasi dan sahabat.
Tak ingin melewatkan momen penting ini, MPC PP Aceh Timur, dibawah komando Heriyansyah ST, melaksanakan buka puasa bersama, santuni anak yatim, dan berbagi takjil kepada pengguna jalan nasional Banda Aceh – Medan, tepatnya di depan kantor MPC PP Aceh Timur, Minggu (8/3/2026).
Ketua MPC PP Aceh Timur, Heriyansyah ST, mengatakan tema buka puasa Ramadhan 1447 tahun ini menyongsong tema ” Mempererat Silaturahmi dan Menguatkan Solidaritas di Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini”.
Tokoh pengusaha Aceh Timur, mengatakan, berbagi takjil, santunan anak yatim-piatu, dan buka Puasa Bersama ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan MPC PP Aceh Timur setiap tahun.
“Bersama kita jemput berkah Ramadhan dengan berbagi takjil, santunan anak yatim-piatu, dan buka puasa bersama untuk memperkuat silaturahmi sesama pengurus dan kerabat”, ujarnya.

Buka puasa bersama tahun ini menjadi lebih bermakna, karena dihadiri oleh Dewan Pengarah BNPB Pusat, Dr Drs Isroil Samihardjo, MbDef Stud, yang saat ini fokus bertugas di Aceh Timur, dalam rangka Pemulihan Aceh Timur pasca banjir.
“Terimakasih atas kehadirannya Pak Isro yang memenuhi undangan kita”, cetusnya.
Buka puasa tahun ini juga dihadiri oleh Ketua KNPI Aceh Timur, H Sulaiman Tole, Anggota DPRK Aceh Timur, Aftahurriza, Pengurus PAC, Sapma, Srikandi, dan para sahabat.
Usai bagi takjil, dan santunan anak yatim, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk Nyak Lah Peudawa, sekaligus ditutup dengan doa dan buka puasa bersama.
Dalam tausiyahnya, Tgk Nyaklah mengatakan, malam 17 Ramadhan adalah momentum memperingati Nuzulul Qur’an dimana dalam bulan ini Allah SWT menurunkan Al-Qur’an.
Wanunazzilu minal quran ma huwa syifaa” (وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ).
Artinya, Al-Qur’an diturunkan sebagai penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sekaligus penyembuh penyakit hati seperti keraguan, kemunafikan, dan syirik.
Berkaitan dengan Puasa Dalam Al-Qur’an Allah berfirman, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Artinya, Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Oleh karena itu, ungkap Nyak Lah, sebagai mukmin wajib untuk mengimani Al-Qur’an, serta berpuasa di bulan Ramadhan.(*)
