Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah
      1. Politik
      2. View All

      Johar Fahlani Soroti Kelangkaan BBM di Aceh Timur, Minta Disperinakertans Lebih Proaktif

      March 7, 2026

      Sambut Ramadhan, Anggota DPR RI Irsan Sosiawan Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Delapan Kabupaten Kota

      February 17, 2026

      Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur Serahkan SK Pengurus DPC/S Darul Ihsan

      February 7, 2026

      Aksi Kemanusiaan NasDem Johar Fahlani Sambangi Korban Kebakaran Penaron dan Pengungsi Banjir Serbajadi

      January 24, 2026

      Konsolidasi ISNU di Tanah Aceh. Waketum PP ISNU Sambangi Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang

      April 12, 2026

      Rudy Supriadi Apresiasi Kerja Keras Vendor Lokal dalam Pembangunan Huntara di Aceh Timur

      March 26, 2026

      PT. Kurma Karya Global Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadhan

      March 10, 2026

      Johar Fahlani Soroti Kelangkaan BBM di Aceh Timur, Minta Disperinakertans Lebih Proaktif

      March 7, 2026
    • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
      • Agama
      • Seni Budaya
      • Olahraga
    Metropesawat.com
    Home » Pengabdian Nyata Mahasiswa STIK Angkatan 83 WPS Melalui Reboisasi, Bansos dan Bangun Pondok Sementara Bagi Warga Peunaron, Aceh Timur
    Polres Aceh Timur

    Pengabdian Nyata Mahasiswa STIK Angkatan 83 WPS Melalui Reboisasi, Bansos dan Bangun Pondok Sementara Bagi Warga Peunaron, Aceh Timur

    RedaksiFebruary 24, 2026
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram

    metropesawat.com, ACEH TIMUR – Sore itu, Selasa, (24/02/2026), udara di lereng Gunung Putus masih menyimpan jejak luka. Tanah yang pernah terbelah akibat longsor pada November 2025 terlihat mengeras, namun bekas runtuhannya tetap membekas di tebing dan tanggul Sungai Peureulak, Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. Di antara bekas reruntuhan itulah, harapan ditanam secara harfiah.

    21 Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II hadir dengan agenda “Pengabdian Masyarakat” yang tak sekadar seremonial. Didampingi Perwira Pendamping Kombes Pol Firdaus Wulanto, S.I.K., serta disaksikan Kasubbagwatpers Bag SDM Polres Aceh Timur Iptu Jasman, S.Sos., Geuchik Peunaron Lama Samsul Bakri, dan personel Polsek Serbajadi, mereka memulai kegiatan sejak pukul 15.00 WIB hingga menjelang senja.

    Sebanyak 30 bibit pohon ditanam di tebing Gunung Putus dan sepanjang tanggul Sungai Peureulak, titik yang sebelumnya longsor. Reboisasi itu bukan sekadar simbol kepedulian lingkungan, melainkan ikhtiar memulihkan bentang alam yang rusak sekaligus mencegah bencana serupa terulang. Para mahasiswa, dengan seragam lapangan yang basah oleh peluh, bergantian menggali tanah dan menegakkan batang-batang muda yang diharapkan kelak menjadi penahan erosi alami.

    Namun agenda mereka tak berhenti pada penghijauan. Di Dusun Sejahtera, perhatian tertuju pada sebuah rumah yang tak lagi berdiri. Ibu Ruwaida (53) kehilangan tempat tinggalnya setelah longsor Gunung Putus menimbun kediamannya beberapa bulan lalu. Sejak itu, ia bertahan dalam keterbatasan.
    Mahasiswa STIK Angkatan 83 WPS Sindikat II membangun pondok sementara untuknya, sebuah hunian darurat yang sederhana, tetapi cukup untuk melindungi Ibu Ruawaida dari panas dan hujan. Papan demi papan dirakit bersama, menjadi struktur yang tak hanya menyanggah atap, tetapi juga martabat.

    Selain itu, bantuan sembako dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari diserahkan langsung kepada Ibu Ruwaida. Paket bantuan itu mungkin tak besar dalam ukuran logistik, tetapi berarti dalam situasi serba kekurangan.

    Perwakilan mahasiswa, Iptu Fauzan, S.Tr.K., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran empati yang tak diajarkan di ruang kelas. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum di masa depan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan Iptu Yoga Dwi Arjuna, S.Tr.K. Menurut dia, pengalaman turun langsung ke lokasi bencana memberi perspektif berbeda tentang tugas kepolisian. “Kehadiran polisi harus dirasakan manfaatnya, terutama saat masyarakat berada dalam kondisi paling rentan,” katanya.

    Di Peunaron, sore itu, reboisasi menjadi metafora. Pohon-pohon muda yang ditanam di lereng Gunung Putus tumbuh perlahan, seperti upaya membangun kembali kehidupan yang sempat runtuh. Dan di pondok sementara Ibu Ruwaida, harapan menemukan ruangnya untuk kembali berdiri. (Iwan Gunawan).

    Related Posts

    Polres Aceh Timur

    Warung Kopi Jadi Jembatan Komunikasi Kapolsek Darul Ihsan dan Warga

    April 16, 2026
    Polres Aceh Timur

    Waspada El Nino “Godzilla”, Kapolres Aceh Timur Imbau Warga Cegah Karhutla

    April 16, 2026
    Polres Aceh Timur

    Tanam Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026, Polsek Simpang Jernih Bidik Ketahanan Pangan

    April 15, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025290 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024160 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025143 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.