Kami vendor lokal masih mampu mengerjakan dan tidak butuh vendor luar. Kami butuh keterbukaan administrasi dalam hal amprahan dan lain-lain,”
Rusli Ranto.
metropesawat.com, Aceh Timur | Vendor lokal di Aceh Timur meminta kejelasan mekanisme pekerjaan dan pembayaran hunian sementara (huntara) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini disampaikan Rusli Ranto Ketua Gapensi (Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia) Kabupaten Aceh Timur.
Rusli Ranto juga mempertanyakan mengapa tim teknis BNPB belum turun ke lapangan untuk mengecek progres pekerjaan huntara, Minggu 22)2/2026 malam.
“Vendor lokal siap mengerjakan huntara dan huntap, namun perlu diperjelas dulu bagaimana mekanisme baik pekerjaan maupun pembayaran,” tegas Rusli Ranto.
Selian itu, Vendor lokal juga meminta kejelasan tentang jumlah unit setiap kali amprahan dan dokumen yang diperlukan. Mereka juga mempertanyakan isu bahwa vendor lokal harus subkon kepada perusahaan luar.
“Kami vendor lokal masih mampu mengerjakan dan tidak butuh vendor luar. Kami butuh keterbukaan administrasi dalam hal amprahan dan lain-lain,” tambah Rusli Ranto.
Vendor lokal memahami bahwa BNPB membutuhkan percepatan pembangunan huntara, namun mereka juga membutuhkan uang untuk mempercepat pekerjaan selanjutnya,” sebut Rusli Ranto.
“Kami berharap BNPB untuk bersikap bijak dalam mengambil keputusan. Kami butuh kejelasan dan transparansi dalam mekanisme pekerjaan dan pembayaran,” demikian pungkas Rusli Ranto.
Reporter : Iskandar Ishak
