” Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la

“ Jejak Sejarah Abad ke-8 dan Penampakan Sosok Tgk Puteh yang Melegenda.”
Semanah Jaya , Aceh Timur | Makam Putri Nurul A’la, peninggalan abad ke-8 dari era Kerajaan Peureulak, terus memancarkan aura kesakralan yang kental. Selain sejarahnya sebagai salah satu bukti peradaban Islam tertua di Nusantara, situs ini menyimpan kisah mistis tentang keberadaan pohon Kayu Besi (Berbau) dan sosok penjaga gaib yang dikenal oleh masyarakat sebagai Tgk Puteh (Tengku Putih).
Masyarakat sekitar percaya bahwa makam sang putri tidak dibiarkan tanpa penjagaan. Menurut penuturan turun-temurun, sosok Tgk Puteh diyakini sebagai pengawal setia Putri Nurul A’la yang masih “menjaga” area tersebut hingga saat ini.

Sosok ini digambarkan sebagai pria yang berperawakan tinggi, berkulit putih bersih, dan memiliki wajah yang sangat tampan. Keberadaan Tgk Puteh bukan sekadar isapan jempol bagi warga lokal. Beberapa warga mengaku pernah didatangi oleh sang penjaga melalui alam bawah sadar.
“Beberapa masyarakat setempat pernah memimpikan sosok Tgk Puteh. Beliau muncul dengan pakaian putih dan rupa yang rupawan, seolah memberi pesan atau sekadar menunjukkan kehadirannya sebagai penjaga tempat suci ini,” ungkap seorang warga yang kerap memandu peziarah.

Keajaiban Pohon Kayu Besi yang Tak Terjamah kesakralan makam ini semakin diperkuat dengan keberadaan pohon Kayu Besi atau yang sering disebut Kayu Berbau. Pohon ini dianggap sebagai bagian dari proteksi mistis Tgk Puteh terhadap makam Putri Nurul A’la.
Satu kejadian yang paling sering diceritakan adalah kegagalan teknologi modern saat berhadapan dengan pohon ini. Dikisahkan, ada warga yang mencoba memotong kayu tersebut untuk suatu keperluan. Namun, setiap kali mesin potong (senso) hendak menyentuh kulit pohon, mesin tersebut tiba-tiba mati secara misterius.
Meski mesin diperbaiki atau dicoba pada kayu lain, mesin tersebut hidup dengan normal. Namun, begitu diarahkan kembali ke pohon besi di makam Putri Nurul A’la, mesin tetap tidak bisa dihidupkan. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa ada “kekuatan” yang melarang siapa pun merusak situs tersebut.
Keberadaan Tgk Puteh dalam narasi masyarakat lokal menjadi simbol kesetiaan seorang pengawal terhadap pimpinannya. Sementara itu, kegagalan mesin potong saat hendak menebang pohon besi dianggap sebagai peringatan agar manusia tidak semena-mena terhadap alam dan situs sejarah yang dikeramatkan.

Kini, Makam Putri Nurul A’la di Aceh Timur tetap berdiri kokoh, dilindungi oleh rimbunnya pohon kayu besi dan dijaga secara spiritual oleh Tgk Puteh, mengundang para peziarah untuk datang dengan rasa hormat dan adab yang tinggi.
