Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah
      1. Politik
      2. View All

      Ketua DPW Partai Aceh Aceh Timur Serahkan SK Pengurus DPC/S Darul Ihsan

      February 7, 2026

      Aksi Kemanusiaan NasDem Johar Fahlani Sambangi Korban Kebakaran Penaron dan Pengungsi Banjir Serbajadi

      January 24, 2026

      Azhari Maop Resmi Pimpin DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur

      January 17, 2026

      Juru Bicara KPA: Tidak Ada Perintah Naikkan Bendera Bulan Bintang pada 25 Desember 2025

      December 26, 2025

      Wujudkan Lingkungan Indah Pasca Banjir, Istri Wabup Bantu Puluhan Pot Bunga untuk RSUD SAAS

      February 11, 2026

      Kalak BPBD Aceh Timur: Huntara yang Tidak Sesuai Spesifikasi Tidak Dibayar Pemerintah

      February 2, 2026

      Pembangunan Huntara Korban Banjir di Aceh Timur Ditelantarkan

      January 31, 2026

      Aliansi Pers Soroti Lambannya Pembangunan Huntara Korban Banjir di Pante Bidari

      January 28, 2026
    • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
      • Agama
      • Seni Budaya
      • Olahraga
    Metropesawat.com
    Home » Kasatpolairud Polres Aceh Timur: Cuaca Buruk, Upaya Pencarian Awak KM Camar 29 Dihentikan Sementara
    Polres Aceh Timur

    Kasatpolairud Polres Aceh Timur: Cuaca Buruk, Upaya Pencarian Awak KM Camar 29 Dihentikan Sementara

    RedaksiFebruary 15, 2026
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram

    metropesawat.com, ACEH TIMUR – Upaya pencarian korban kecelakaan laut kapal penangkap ikan KM Camar 29 masih terus dilakukan di perairan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Hingga Minggu, (15/02/2026) petang, para korban belum ditemukan.

    Kapal penangkap ikan KM Camar 29 dilaporkan mengalami kecelakaan laut di perairan Lhokseumawe. Sejak Sabtu, (14/02/2026) pagi, tim gabungan menyisir laut yang bergelombang. Tiga personel Satuan Polisi Air dan Udara dan tiga anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Aceh Timur dikerahkan untuk menelusuri titik-titik yang diduga menjadi lintasan arus.

    Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. melalui Kasatpolairud, AKP Ade Candra, S.H., M.H., mengatakan arus kuat menjadi tantangan utama dalam operasi ini. “Dugaan sementara, bagian haluan kapal terbawa arus hingga ke perairan Nurussalam. Kami melakukan pencarian berdasarkan pergerakan arus dan koordinat terakhir yang terpantau,” ujar AKP Ade Candra.

    Disebutkan, penyisiran dari perairan Idi Rayeuk menuju perairan Nurussalam. Dalam rentang dua jam pertama, tim bergerak di sekitar koordinat 4° 59,75083’N – 97° 44,55917’E. Menjelang siang, pencarian berlanjut di titik 5° 2,06855’N – 97° 42,15775’E. Sore hari, tim kembali memperluas radius penyisiran di sekitar 5° 2,21114’N – 97° 42,06482’E.

    Namun cuaca di laut tak sepenuhnya bersahabat, memasuki pukul 18.00 WIB, angin menguat dan gelombang meninggi. Cahaya meredup lebih cepat dari perkiraan. Tanpa penerangan memadai, risiko bagi personel di lapangan meningkat. 

    Hingga berita ini diturunkan, keempat korban belum ditemukan. Tim Satpolairud dan BPBD masih bersiaga di Kuala Idi, bersiap melanjutkan pencarian esok hari dengan pola penyisiran yang diperluas mengikuti arah arus.

    “Demi keselamatan anggota, pencarian kami hentikan sementara. Kondisi cuaca sudah memburuk dan mendekati malam hari.” Terang Kasatpolairud Polres Aceh Timur AKP Ade Candra, S.H.,M.H. 

    Sebelumnya dilaporkan, kapal penangkap ikan KM Camar-29 tenggelam setelah diduga bertabrakan dengan kapal kargo bernama Dante di perairan Lhokseumawe, Jumat, (13/02/2026) dini hari. Informasi awal diperoleh dari nelayan yang kembali melaut dan menemukan puing kapal dalam kondisi hancur. 

    Data sementara menyebutkan, KM Camar-29 membawa 10 awak. Satu orang dinyatakan meninggal dunia, empat masih dalam pencarian, dan lima lainnya selamat. Para korban selamat, berdasarkan informasi yang diterima kepolisian, telah berada di Belawan, Sumatera Utara, setelah dievakuasi kapal nelayan yang melintas saat kejadian.

    Hasil koordinasi dengan Ditpolairud Polda Sumatera Utara memastikan kapal tersebut berasal dari Gudang Bincuan, Gabion Belawan, Sumatera Utara. Identitas lengkap para korban masih dalam pendataan. (Iwan Gunawan).

    Related Posts

    Polres Aceh Timur

    Razia Terpadu Malam Hari, Polres Aceh Timur Sasar Penyakit Masyarakat

    February 15, 2026
    Polres Aceh Timur

    Patroli Malam Hari Satsamapta Polres Aceh Timur, Menjaga Stabilitas Keamanan Wilayah

    February 15, 2026
    Polres Aceh Timur

    Polsek Peureulak Kawal Pasar Murah Jelang Ramdahan 1447 Hijriah

    February 15, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025270 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024148 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025132 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.