metropesawat.com, SIMEULUE – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) yang diinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Desa Busung, Kecamatan Teupah Tengah, Kabupaten Simeulue, Aceh, Selasa (14/10).
Program ini sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi desa menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Simeulue, Camat Teupah Tengah, Camat Teupah Selatan, lebih dari 20 kepala desa dari kawasan transmigrasi Latiung, serta para pelaku UMKM lokal.
Diskusi berlangsung aktif dan partisipatif, membahas strategi penguatan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
FGD ini menjadi forum penting dalam menyatukan persepsi antara pemangku kebijakan, masyarakat, dan sektor usaha untuk menciptakan kawasan transmigrasi yang berdaya saing.
Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot disambut positif oleh masyarakat, yang menaruh harapan besar agar kegiatan ini menjadi awal dari proses pembangunan yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.
Para camat dan kepala desa yang hadir menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Mereka menilai sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi menciptakan ekosistem pembangunan yang tangguh, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan krisis iklim yang berdampak pada wilayah pesisir dan pertanian.
Selain isu infrastruktur dan layanan dasar, perhatian juga difokuskan pada penguatan UMKM, pelatihan keterampilan, serta akses pemasaran produk lokal agar masyarakat transmigran tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan ekonomi
FGD menghasilkan sejumlah masukan strategis yang akan ditindaklanjuti dalam bentuk program kolaboratif antara Tim Ekspedisi Patriot UI dan pemangku kepentingan lokal. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan transmigrasi yang inklusif, produktif, dan berkontribusi aktif dalam pencapaian target pembangunan nasional menuju 2045.(Abimanyu Ksatria)
