metropesawat.com, IDI RAYEUK – Buruknya, layanan mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di kabupaten Aceh Timur, pasca dilanda musibah banjir Hidrometeorologi akhir November 2025 lalu.
Hal itu disampaikan seorang nasabah kepada media ini, Kamis (1/1/2026).
“Mereka (Bank BSI) seperti tidak open dengan keadaan. Kondisinya, tiga mesin ATM di BSI Simpang Kuala, satu mesin rusak, dua mesin tidak ada uang,” ungkap tokoh senior Aceh Timur.
“Begitu juga mesin ATM di Bank BSI depan SMA Idi, dari tiga mesin cuma satu ATM yang ada uang sehingga orang antre lama dan panjang,” ungkapnya lagi.
Publik menyoroti layanan perbankan di Aceh Timur tidak mencerminkan sebagaimana motto dan slogan yang digaungkan “Semua Jadi Mudah”.
Seharusnya, perbankan memberikan layanan mesin ATM maksimal 24 jam untuk memudahkan nasabah transaksi mandiri.

Buruknya pelayanan perbankan pasca banjir ini, patut diduga karena tidak adanya persaingan sistem perbankan di Aceh.
“Kalau ATM rusak mungkin bisa dimaklumi karena proses perbaikannya lama. Tapi ini masalahnya habis uang, artinya ini kan tidak dijaga stabilitas kondisi keuangannya,” ungkap tokoh Aceh Timur ini.
Pelayanan perbankan, katanya, harus dijaga dari semua aspek untuk memastikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah.
Dalam kondisi pasca bencana saat ini, katanya, layanan perbankan harus memberikan kemudahan bagi nasabah.
Pasalnya, kebutuhan transaksi cepat ini tidak hanya dibutuhkan oleh masyarakat lokal saja tapi juga dibutuhkan oleh relawan – relawan dari luar Aceh yang saat ini banyak di Aceh untuk menjalankan misi kemanusiaan pasca musibah banjir bandang.
“Oleh karena itu, pesan dan harapan kita perbaiki pelayanan semaksimal mungkin untuk memberikan kemudahan bagi semua nasabah. Jadilah, perbankan syariah yang yang benar-benar dapat dibanggakan di Aceh,” harapnya.
Terkait hal ini awak media sudah mencoba mengkonfirmasi Kepala Bank BSI Cabang Idi, namun belum ada tanggapan. (*)
