metropesawat.com, ACEH TIMUR – Pembangunan hunian sementara percontohan untuk korban banjir di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, telantar.
Padahal menurut pantauan media pembangunan hunian sementara untuk percontohan tersebut sudah dimulai sejak 15 Januari 2026 lalu.
Namun, Faktanya, saat ditinjau kembali Kamis (29/1/2026) Huntara percontohan itu masih telantar dan hanya berdiri kerangka saja.

“Gak tahu ini kenapa kok berhenti, kontraktornya pun tidak pernah muncul lagi, bahkan gaji pekerja yang sudah bekerja juga belum dibayar,” ungkap korban banjir penerima Huntara, Kamis (29/1/2026) lalu.
Menindaklanjuti keluhan warga tersebut media ini mencoba konfirmasi ke pihak rekanan yang membangun Huntara percontohan tersebut.
“Sudah diambil alih oleh BNPB, bukan kami lagi kontraktornya,” ungkap kontraktor awal Huntara percontohan tersebut kepada metropesawat.com, Sabtu (31/1/2026).
Hingga saat ini warga korban banjir yang kehilangan rumah masih menunggu kelanjutan pembangunan Huntara tersebut mengingat tak lama lagi umat muslim akan memasuki Puasa Ramadhan.
Sejak awal pembangunan Huntara tersebut, informasi yang diperoleh, Huntara tersebut dibangun menggunakan rangka baja ukuran 6 * 4 M, dilapisi kalsiboard ukuran 6 mm, dilengkapi kamar, ruang tamu, kamar mandi, listrik, lengkap dengan toilet dan tandon air bersih.
“Pembangunan Huntara ini swadaya, ongkosnya Rp 1,5 juta per unit hingga selesai,” ungkap warga yang bekerja.
Informasi yang diperoleh, dari kontraktor awal bahwa mereka menargetkan pembangunan Huntara percontohan itu selesai 3-5 hari bekerja agar dapat diresmikan segera oleh Bupati Aceh Timur.
Namun Faktanya, Huntara percontohan tersebut hingga saat ini belum rampung dan menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat untuk kelanjutan pembangunan nya.
Informasi yang diperoleh, untuk Desa Seumanah Jaya, lebih kurang akan dibangun 190 an hunian sementara yang tersebar di beberapa dusun, karena desa ini akhir November 2025 lalu dilanda banjir dengan ketinggian hingga 3-4 meter.
Tidak Sejalan dengan Rencana Bupati
Fakta di lapangan, terlambatnya pembangunan Huntara percontohan di Desa Seumanah Jaya ini tidak sejalan dengan semangat dan target Bupati Aceh Timur.
Pasalnya, saat
peletakan batu pertama pembangunan hunian di Kecamatan Idi Rayeuk, Jumat 9 Januari 2026 lalu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan pemerintah daerah mempercepat pembangunan hunian sementara ini karena sifatnya mendesak karena masyarakat Aceh akan memasuki bulan puasa Ramadan.
Saat itu, Bupati mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara selesai dalam 10-15 hari kerja dengan dilengkapi fasilitas dasar seperti ranjang, kipas angin, dispenser, serta akses internet gratis.
Terkait mandeknya kelanjutan pembangunan Huntara ini awak media sedang melakukan konfirmasi kepada pihak BNPB, dan BPBD Aceh Timur. (*)
