“Keuchik harus aktif jemput bola, jika tidak tahu tanyakan ke atasan camat, dinas terkait. Jangan lari dari masalah, saya tidak mau dengar keuchik tidak merespon keluhan masyarakat,” ungkap Bupati.
Dalam rangka efisiensi dan penghematan anggaran ke depan, ungkap Bupati, bimtek tidak boleh dilaksanakan diluar daerah. “Jika ada kemauan untuk belajar tentu di daerah kita sendiri bisa melakukannya tidak mesti keluar daerah,” cetusnya.
Siltap Dialokasikan Penuh tahun 2026
Bupati paham betul keluhan dan tantangan yang dihadapi aparatur desa saat ini, sehingga ia mengatakan Pemkab Aceh Timur, komitmen mendukung kesejahteraan aparatur desa dengan mengalokasikan anggaran pembayaran penghasilan tetap (siltap) penuh 12 bulan di tahun 2026.
“Kita sudah bayar empat bulan hingga April, dan Kita sudah alokasikan penuh 12 hingga Desember 2026,” ungkap Bupati disambut tepuk tangan Keuchik.
Lebih lanjut, Bupati berpesan kepada para pengurus APDESI yang baru dilantik agar aktif dalam menjalankan tugas, terutama dalam menghadapi program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabencana banjir di sejumlah desa.
Menurutnya, Keuchik harus aktif berkoordinasi dengan atasan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang terjadi di desa. “Masalah harus diselesaikan, jangan lari dari masalah,” pinta Bupati.
Baca juga : Disdikbud Aceh Timur Terima 1000 Buku Belajar dari Balai Bahasa Provinsi Aceh
Rizalihadi: APDESI Siap Dukung Pemda Aceh Timur
Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Aceh Timur, Rizalihadi, menyampaikan komitmennya untuk mendukung program Aceh Timur dibawah kepemimpinan Bupati Aceh Timur.
