metropesawat.com, ACEH TIMUR –
Politisi Partai NasDem, Martini S.Pd, MH turun langsung menyalurkan bantuan sembako, kain sarung, dan mukena untuk korban banjir di Aceh Timur, yang masih menempati tenda-tenda pengungsian, Selasa (17/3/2026).
Kepedulian politisi partai NasDem patut diacungi jempol, karena ia peka terhadap kebutuhan dan kesedihan yang dialami korban banjir yang hingga saat ini masih menempati tempat tinggal darurat.
Kedatangan Martini bersama rombongan disambut gegap gempita oleh korban banjir.
Mereka berkumpul di Posko utama BNPB di lokasi tersebut ante secara tertib menunggu giliran pembagian sembako.
“Alhamdulillah senang sekali hati kami dapat bantuan jelang Hari Raya Idul Fitri ini, karena kami serba kekurangan dan sangat membutuhkan, semoga buk dewannya (Martini) sehat selalu, mudah rezeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkap Herdalena Pane, korban banjir Dusun Alue Canang Desa Seumanah Jaya, kepada awak media.

Martini dihadapan korban banjir mengatakan, ia membawa ratusan paket sembako untuk Dusun Alue Canang merupakan daerah paling parah terdampak banjir akhir November 2025 lalu, dan sampai saat ini warga masih menempati tenda-tenda pengungsian.
“Ini bentuk kepedulian kita. Hari ini saya datang menyalurkan bantuan saya dan dari Bank Aceh, untuk bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya disini, semoga bermanfaat untuk keperluan menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ungkap politisi kritis di panggung DPRA ini.
Kunjungan ini kali kedua, Martini hadir ditengah-tengah masyarakat korban banjir untuk menyalurkan bantuan di daerah ini. Sebelumnya ia juga menyalurkan sembako, sandang pangan dan keperluan lainnya.
Warga Masih Menempati Tenda Karena Huntara belum Selesai
Tgk Amir tokoh masyarakat setempat mengatakan, sejauh ini sudah empat bulan belum ada satupun hunian sementara yang selesai dibangun pemerintah di dusun ini.
Warga sebanyak 70 kepala keluarga sampai saat ini masih menempati tenda-tenda darurat sebagai tempat tinggal sementara.
“Gak tahu kenapa pembangunan di dusun ini kami terlambat, sementara di beberapa tempat sudah selesai, sehingga sampai saat ini kami masih menempati tenda-tenda pengungsian darurat,” ungkap Tgk Amir.
“Kami berharap pembangunan Huntara segera selesai dibangun sehingga kami bisa nyaman meski tinggal di hunian sementara,” harap Tgk Amir.(*)
