Bupati juga berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mendorong pemerintah kabupaten/kota di Aceh agar sektor ekonomi kreatif semakin tumbuh dan berkembang.
“Kami berharap Kemenparekraf bisa mendorong pemerintah kabupaten/kota di Aceh agar ekonomi kreatif ini bisa lebih berkembang ke depan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Al-Farlaky menyinggung persoalan efisiensi anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah. Menurutnya, tahun 2025 Pemkab Aceh Timur harus melakukan efisiensi sebesar Rp101 miliar, dan diperkirakan pada 2026 akan bertambah hingga Rp200 miliar.
“Karenanya, seluruh bupati/wali kota di Aceh sangat mengharapkan perhatian serius dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Sehingga pusat-pusat produksi ekonomi kreatif di daerah dapat dipromosikan secara lebih luas dan produknya bisa dipasarkan hingga keluar Aceh,” pungkas Al- Farlaky.(*)
Laporan Jamadon | reporter metropesawat.com