Metropesawat.com,Aceh Timur | Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur, usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (23/1/2026) kini memasuki fase penanganan medis intensif.
Salah satu korban, Dila Tita Sari, dilaporkan harus mendapatkan perawatan khusus di Ruang Perawatan Anak (RPA) RSUD Zubir Mahmud, Idi, setelah kondisi fisiknya menurun drastis. Berdasarkan diagnosa tim medis, korban mengalami komplikasi berupa Vomitus (muntah hebat), Dehidrasi, dan Cefalgia (sakit kepala hebat).
Direktur RSUD Zubir Mahmud, dr. Edi Gunawan, mengonfirmasi bahwa penanganan cepat terus dilakukan untuk menstabilkan kondisi pasien.
“Iya benar, korban didiagnosa muntah-muntah hingga dehidrasi. Saat ini sudah ditangani tim medis dan dirawat di ruang perawatan anak (RPA) untuk observasi lebih lanjut,” ujar dr. Edi, Sabtu (24/1/2026).
Peristiwa ini bermula setelah para siswa mengonsumsi menu MBG berupa mihun bakso dan buah yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tak lama berselang, para korban mulai menunjukkan gejala keracunan.
Tim medis menjelaskan bahwa dehidrasi yang dialami korban masuk dalam kategori yang memerlukan pengawasan ketat. Muntah secara paksa (vomitus) merupakan reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan zat asing atau bakteri.
Namun, intensitas muntah yang tinggi menyebabkan gangguan keseimbangan elektrolit yang memicu nyeri kepala hebat atau cefalgia.
Menanggapi insiden ini, warga di Desa Bandar Baro dan Blang Nisam mendesak pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) penyediaan makanan di SPPG setempat.
Investigasi ini dinilai krusial agar program nasional Makan Bergizi Gratis dapat berjalan aman dan memberikan manfaat nyata tanpa membahayakan kesehatan para pelajar.
Sumber: Serambinews.com / Aceh.tribunnews.com
