Bupati menilai, gerakan literasi berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan perlu terus diperkuat agar mampu membuka cakrawala berpikir peserta didik maupun tenaga pendidik.
Literasi, katanya, tidak hanya dimaknai dengan membaca buku, tetapi juga mencakup kemampuan memahami tulisan dari berbagai sumber seperti jurnal, koran, majalah, maupun karya ilmiah.
“Literasi bukan hanya membaca buku, tapi juga membaca berbagai tulisan, baik di jurnal, koran, majalah, hingga karya ilmiah. Ini semua memperluas wawasan para guru dan siswa,” tambahnya.
Bupati Al-Farlaky juga mendorong Majelis Pendidikan Aceh (MPA) untuk menyusun kurikulum muatan lokal Bahasa Aceh agar dapat diterapkan di sekolah-sekolah.
Menurutnya, banyak kisah dan nilai luhur Aceh yang perlu dituliskan kembali untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Lanjut Baca halaman selanjutnya..
