Beliau berharap agar kegiatan Bimtek ini dapat menjadi momentum penting dalam membentuk Brigade Pangan yang profesional, terampil, dan mandiri. Output yang diharapkan dari kegiatan bimtek ini adalah lahirnya operator-operator alsintan baru yang lebih mandiri dalam mengoperasikan alsintan yang telah diberikan kepada brigade pangan. Ibu Tajul Hidayat juga menyampaikan terima kasih kepada para instruktur dan narasumber atas kesediaan mereka untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan para petani.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Tajul Hidayat juga menyampaikan pesan penting mengenai pengembangan kapasitas kelembagaan petani menjadi kelembagaan ekonomi petani (KEP) sesuai dengan amanat UU No. 16 Tahun 2006 dan UU No. 19 Tahun 2012. Beliau menjelaskan bahwa KEP memiliki potensi besar untuk menjadi unit yang menyediakan berbagai kebutuhan petani, mulai dari sarana produksi, pengolahan hasil panen, pemasaran, hingga layanan keuangan mikro, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi tawar petani.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, sejalan dengan kebijakan Distanbun Aceh, akan terus berupaya meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan penyuluhan di berbagai tingkatan. Tujuannya adalah untuk menciptakan pemahaman dan langkah yang sama dalam rangka memperkuat kelembagaan petani dan KEP, menuju pengembangan kawasan pertanian berbasis korporasi petani yang berdaya saing,” pungkasnya.
Acara pembukaan Bimtek ini ditandai dengan pengucapan Bismillahirrahmanirrahim oleh Ibu Tajul Hidayat sebagai simbol peresmian dimulainya kegiatan. Beliau berharap agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan antusias dan ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan untuk kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Timur.
