Dalam sambutannya, Ibu Tajul Hidayat menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas kepercayaan yang diberikan untuk mewakili Kepala Distanbun Aceh dalam acara penting ini. Beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh petani, khususnya yang tergabung dalam Brigade Pangan, atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menopang ketahanan pangan di tingkat kabupaten hingga nasional. Tak lupa, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya juga disampaikan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Menteri Pertanian atas bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pra dan pasca panen yang telah diberikan, sehingga sangat mendukung kegiatan Brigade Pangan di Aceh Timur.

“Meskipun Ibu Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh berhalangan hadir, beliau menitipkan pesan penting mengenai komitmen pemerintah Aceh dalam mendukung kemajuan sektor pertanian. Kehadiran dan kontribusi Bapak dan Ibu sekalian adalah pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ibu Tajul Hidayat dengan penuh semangat.
Lebih lanjut, Ibu Tajul Hidayat menekankan betapa strategisnya peran ketahanan pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Program Brigade Pangan, menurutnya, adalah langkah inovatif yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, yang tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi wadah bagi generasi muda, terutama petani milenial, untuk mengadopsi teknologi dan mekanisasi pertanian.
“Semangat kolaborasi dan gotong royong yang diusung dalam Brigade Pangan adalah kunci keberhasilan. Ini adalah peluang yang sangat baik bagi para pemuda untuk tidak hanya menjadi pelaku di sektor pertanian, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa modernisasi,” tegasnya.
Ibu Tajul Hidayat juga menyoroti signifikansi Bimtek Penguatan Kapasitas Kelembagaan Petani ini dalam menyusun strategi yang efektif untuk memperkuat organisasi petani dan kelembagaan ekonomi petani, khususnya Brigade Pangan. Beliau menjelaskan bahwa Bimtek ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan individu petani, tetapi juga untuk memperkuat struktur kelembagaan agar Brigade Pangan dapat mengelola sumber daya pertanian secara optimal.
“Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) memerlukan pemahaman yang mendalam agar tidak terjadi kerusakan dan dapat meningkatkan produktivitas secara maksimal. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin dan pengoperasian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah hal yang krusial dalam pemanfaatan teknologi pertanian,” jelasnya.
Lanjut halaman selanjutnya:>>
