Manajemen PT CGU juga telah menyatakan kesediaannya untuk mengganti kerugian tanaman warga sesuai dengan aturan Qanun Gampong,”
Ramidin
Metropesawat.com,Aceh Timur | Ketegangan terjadi di Gampong Alue Kol, Kecamatan Ranto Selamat, saat ratusan warga dari sejumlah kecamatan mendatangi kantor manajemen PT Citra Ganda Utama (CGU) pada Senin (6/4/2026). Aksi ini dipicu oleh kemarahan warga atas dugaan penyerobotan lahan dan perusakan tanaman milik petani setempat.
Konflik bermula pada Minggu (5/4), ketika alat berat milik PT CGU dilaporkan memasuki kawasan “Salju” dan merusak sejumlah tanaman produktif milik warga. Aktivitas sepihak ini dinilai sebagai bentuk penyerobotan lahan, yang kemudian menyulut emosi masyarakat berkebun di wilayah tersebut hingga berujung pada aksi massa keesokan harinya.
Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan poin-poin utama kepada manajemen perusahaan. Mendesak perusahaan membayar kompensasi atas tanaman yang dirusak sesuai dengan ketentuan Qanun Gampong. Meminta PT CGU segera menghentikan penyerobotan lahan milik warga. Menuntut perusahaan agar tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang.
Geuchik Alue Kol, Ramidin, yang memfasilitasi mediasi antara warga dan pihak perusahaan, menyampaikan bahwa situasi kini telah kondusif.
“Setelah dilakukan mediasi, massa sepakat untuk tidak berbuat anarkis. Manajemen PT CGU juga telah menyatakan kesediaannya untuk mengganti kerugian tanaman warga sesuai dengan aturan Qanun Gampong,” ujar Ramidin.
Dalam berita acara kesepakatan, kedua belah pihak menyetujui beberapa hal penting. PT CGU hanya diperbolehkan beroperasi di dalam area lahan sawit yang telah disepakati dan dilarang keras beraktivitas di luar batas tersebut. Semua pihak wajib menghormati poin-poin tertulis, sembari menunggu keputusan tetap dari hasil Pansus Dewan yang telah dilakukan pada akhir tahun 2025 lalu.
Saat ini, masyarakat dipersilakan kembali berkebun di lahan masing-masing, sementara operasional perusahaan tetap berjalan terbatas di area sawit.
Setelah kesepakatan tercapai dan ditandatangani, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Masyarakat berharap PT CGU berkomitmen penuh terhadap janji yang telah dibuat agar konflik serupa tidak kembali pecah.
Laporan: Ardi
