Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah
      1. Politik
      2. View All

      Juru Bicara KPA: Tidak Ada Perintah Naikkan Bendera Bulan Bintang pada 25 Desember 2025

      December 26, 2025

      Fakhrurrazi Terpilih Kembali sebagai Keuchik Gampong Seuneubok Baro Periode Kedua

      October 7, 2025

      Habis Manis Sepah Dibuang, Nasib PPS di Aceh Timur Tak Kunjung Terima Gaji, Ngadu ke Komnas HAM

      July 23, 2025

      Peringati Hari Bhayangkara Ke -79 Johan Fahlani DPRK Dorong Sinergi Polri & Masyarakat

      July 1, 2025

      Bupati Al-Farlaky Resmikan Jembatan Bailey yang Dibangun TNI di Nurussalam

      January 16, 2026

      Dugaan Maladministrasi di Pilkeuchik Damar Siput P2K di Tuding Tak Netral dan Langgar Qanun

      January 13, 2026

      PGA IPB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Tahap Lima di Tamiang

      January 12, 2026

      Demi Rakyatnya, Wabup T Zainal Terobos Banjir Salurkan Bantuan Bagi Warga Mengungsi di Indra Makmu

      January 9, 2026
    • Hukum dan Kriminal
    • Pendidikan
      • Agama
      • Seni Budaya
      • Olahraga
    Metropesawat.com
    Home » Dituding Pimpin Disdik dengan Gaya Otoriter, Ini Respon Kadisdik Atim Bustami
    Aceh Timur

    Dituding Pimpin Disdik dengan Gaya Otoriter, Ini Respon Kadisdik Atim Bustami

    RedaksiJuly 30, 2025
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Kantor Disdikbud Aceh Timur.

    metropesawat.com, ACEH TIMUR —
    Angin perubahan yang diharapkan dari reformasi birokrasi pendidikan di Aceh Timur kini berbalik arah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) yang seharusnya menjadi jantung kemajuan intelektual daerah justru tersandera oleh gaya kepemimpinan otoriter. Bustami, Pelaksana Tugas (Plt) Kadisdikbud Aceh Timur, disebut-sebut telah menjalankan kekuasaannya layaknya seorang diktator. Satu arah, satu suara, tanpa ruang kritik.

    Belum genap setengah tahun menjabat, gelombang ketidakpuasan mulai membanjiri ruang-ruang diskusi ASN, aktivis, hingga para jurnalis. Bustami dituding menggunakan jabatan sebagai alat kekuasaan pribadi, bukan pelayanan publik. Kasus pemindahan sepihak terhadap seorang ASN berinisial MW menjadi bukti nyata dari wajah kediktatoran yang kini membayangi Disdikbud.

    MW adalah sosok ASN yang dikenal aktif dan vokal. Ia mempertanyakan keberadaan seorang pegawai yang mangkir kerja selama hampir dua tahun. Namun bukannya mendapat dukungan untuk menegakkan kedisiplinan, MW justru dihadiahi mutasi ke Kecamatan Sungai Raya. Sementara sang pegawai ‘hantu’ yang dua tahun tak berkantor tetap duduk manis di posisi lama—tanpa sanksi, tanpa teguran, tanpa rasa malu.

    Sumber internal menyebut bahwa oknum yang mangkir itu merupakan ‘orang dalam’ Bustami. Jika benar, maka yang terjadi bukan lagi pelanggaran birokrasi, melainkan nepotisme terang-terangan. Disdikbud telah berubah dari lembaga pendidikan menjadi panggung sandiwara kuasa, tempat kesetiaan dibayar mahal dan kejujuran dibuang ke parit.

    “Ini pembusukan dari dalam. Siapa yang berani bersuara, langsung dicap musuh,” ujar salah satu ASN senior yang kami temui, dengan wajah penuh cemas. Ia meminta namanya dirahasiakan, karena ia tahu: suara kebenaran di lingkungan Disdikbud saat ini bisa menjadi tiket cepat menuju pembuangan birokrasi.

    Bustami pun disebut alergi terhadap wartawan. Konfirmasi yang dikirimkan berkali-kali oleh media ini tak pernah dijawab. Telepon tak diangkat, pesan tak dibalas. Jangankan memberi klarifikasi, menyapa pun tidak. Bagi Bustami, tampaknya media adalah musuh yang wajib dihindari. Lalu untuk siapa ia bekerja jika bukan untuk rakyat yang ingin tahu kebenaran?

    Sikap anti-transparansi ini menambah panjang daftar kebobrokan moral birokrasi pendidikan Aceh Timur. Media sebagai pilar demokrasi dianggap gangguan, bukan mitra. ASN yang kritis dicurigai, bukan diapresiasi. Rakyat yang bertanya dianggap lancang. Ini bukan hanya kediktatoran administratif—ini adalah upaya pembungkaman secara sistemik.

    Yang lebih menyedihkan, gaya otoriter Bustami justru seolah tak tersentuh. Banyak pihak meyakini bahwa kedekatannya dengan Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menjadi tameng yang ampuh. Sebuah relasi yang jika tak segera diluruskan, bisa menjadi racun bagi reputasi Pemerintahan Aceh Timur yang baru tumbuh mekar.

    Padahal publik menaruh harapan besar kepada Iskandar. Putra Peureulak ini dikenal cerdas, muda, dan progresif. Langkah-langkah efisiensinya di bidang anggaran dan pembangunan menuai banyak pujian. Tapi satu titik hitam di lingkaran dalam bisa menjadi noda yang merusak segalanya.

    Baca halaman berikutnya >>>>

    1 2 3
    Berita pendidikan Aceh Timur Kadisdik Aceh Timur Bustami

    Related Posts

    Aceh Timur

    Kolaborasi Lapangan, Dua Staf Khusus Gubernur Aceh dan IM-TRAX Tembus Jalur Ekstrem Simpang Jernih

    January 15, 2026
    Aceh Timur

    PESAWAT Ucapkan Selamat kepada Rizalihadi Terpilih sebagai Ketua APDESI Aceh Timur

    January 11, 2026
    Daerah

    Rizalihadi Terpilih Sebagai Ketua APDESI Aceh Timur

    January 11, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025259 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024147 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025126 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.