BPP memiliki fungsi vital sebagai ujung tombak pelayanan dan pembinaan pertanian, yang merupakan penopang utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, sebuah cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pertanian adalah tulang punggung kedaulatan bangsa, dan penyuluh pertanian adalah ujung tombak perjuangan menuju kemandirian pangan. Oleh karena itu, kantor BPP seharusnya menjadi pusat di mana semangat kebangsaan dan disiplin ASN hidup, bukan justru memperlihatkan ketiadaan hormat terhadap simbol negara.
Ketiadaan bendera di BPP Madat dipandang bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi lemahnya kesadaran nasional dan disiplin ASN. Masyarakat Madat menilai hal ini menunjukkan menurunnya wibawa dan tanggung jawab moral pimpinan BPP, serta lemahnya pengawasan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur.
Baca halaman Selanjutnya
