Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      “Penuh Khidmat dan Nasionalisme, Dandim 0104/Aceh Timur Ikuti Prosesi Penurunan Bendera Merah Putih HUT Kemerdekaan RI Ke-81 di Langsa”

      August 17, 2026

      Peringati 21 Tahun Damai Aceh dan HUT RI ke-81, MPC PP Aceh Timur Gelar Zikir Bersama

      August 16, 2026

      Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

      August 13, 2026

      Tajuddin Alusi Bantah Dugaan Rangkap Jabata Tuha Peut Bukan Perangkat Gampong

      August 10, 2026

      Ketua Forum Keuchik Simpang Ulim Kembali Jadi Keuchik Kuala

      August 5, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Metropesawat.com
    Home » Awal Mula Rektor Unsoed Ditangkap KPK, Ortu Sudah Setor Uang Anaknya Tidak Lulus Fakultas Kedokteran
    Berita Utama

    Awal Mula Rektor Unsoed Ditangkap KPK, Ortu Sudah Setor Uang Anaknya Tidak Lulus Fakultas Kedokteran

    RedaksiAugust 23, 2026
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Menyoroti fakta terkini soal Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq yang diduga maling duit berkedok penerimaan mahasiswa baru. (Dok. Unsoed)

    Awal Mula Rektor Unsoed Ditangkap KPK, Ortu Sudah Setor Uang Anaknya Tidak Lulus Fakultas Kedokteran

    metropesawat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar dugaan kasus korupsi berupa pemerasan dalam proses penerimaan mahasiswa baru (maba) yang diduga melibatkan sejumlah pejabat rektorat di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

    Sejauh ini, KPK telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka, yakni Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayoga, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto.

    Selanjutnya, terdapat 3 tersangka dari pihak swasta, masing-masing bernama Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono.

    Usut punya usut, dugaan pemerasan ini mulanya terendus KPK saat menyelidiki proses penerimaan mahasiswa jalur mandiri di Fakultas Kedokteran Unsoed yang dinilai janggal.

    Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mulanya menjelaskan ihwal kebijakan seleksi mandiri di Unsoed.

    “Dalam proses penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri ini, KPK menemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan gratifikasi,” kata Taufik dikutip dalam keterangannya, pada Minggu, 23 Agustus 2026.

    “Sehingga biaya tambahan yang timbul dari pungutan, di luar biaya yang wajib dibayarkan (UKT dan IPI), dirasa sangat memberatkan bagi calon mahasiswa baru,” tambahnya.

    Lantas, bagaimana fakta terkini soal kasus korupsi yang menjerat Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq? Mari telusuri berdasarkan penuturan KPK.

    Pungut Duit Ratusan Juta ke Ortu Maba

    Dalam kasus ini, Taufik merinci pungutan biaya di luar biaya wajib mula-mula diminta kepada orang tua calon Maba Kedokteran Unsoed dengan mahar Rp650 juta.

    Pungutan itu diduga diminta oleh Wakil Rektor III Unsoed, Norman Arie Prayoga atas sepengetahuan Akhmad Sodiq selaku Rektor Unsoed.

    KPK menduga, modus pemerasan itu melalui dua perantara, yaitu Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto sebagai pihak swasta.

    “Permintaan tersebut dipenuhi oleh orang tua calon mahasiswa baru,” ungkap Taufik.

    “Namun demikian, setelah uang tersebut diberikan kepada DMW (Dian Mulia Wardhana) dan AW (Adhi Wiharto), anaknya justru dinyatakan tidak lulus seleksi mahasiswa baru,” paparnya.

    Sampai Libatkan Guru SMA

    Dalam penjelasannya, Taufik juga mengatakan kasus dugaan pemerasan ini turut melibatkan guru Sekolah Menengah Atas (SMA).

    Tersangka Eko Sumanto diduga kongkalikong atau sembunyi-sembunyi untuk sepakat dengan guru SMA, agar mengkoordinasikan beberapa kelompok siswa untuk masuk Unsoed melalui jalur mandiri.

    “Nah, guru ini yang kemudian ada kami temukan percakapan di WhatsApp-nya dengan saudara ES, yang kemudian ini ada tawar-menawar jumlah kuotanya,” beber Taufik.

    “Dan juga tawar-menawar terkait per orangnya, per kepalanya itu berapa. Berkisar antara ada 500 (juta) sampai yang paling rendah itu ada Rp50 juta untuk per kepala,” sambungnya.

    Di lain pihak, manajemen Unsoed Purwokerto angkat bicara ihwal kasus pemerasan yang menjerat rektornya, Akhmad Sodiq.

    Tak Hanya di Fakultas Kedokteran

    Pada kesempatan sama, Taufik juga menyebut dugaan pemerasan ini tidak hanya terjadi di Fakultas Kedokteran saja.

    “Ada fakultas-fakultas lain yang juga masuk dalam skema di jalur mandiri yang kemudian ditransaksikan. Itu antara lain Fakultas Perikanan,” ungkap Taufik.

    “Ada salah satu Perikanan, ada Fakultas Hukum juga,” imbuhnya.

    Taufik menuturkan, dari sekitar 245 kuota mahasiswa untuk jalur mandiri, sebanyak 73 di antaranya sudah diatur untuk dimintakan sejumlah uang.

    “Jadi, ada hitung-hitungannya yang kami temukan di dokumen-dokumen. Nanti itu tentunya akan didalami lebih lanjut seperti apa hitung-hitungan tadi,” tuturnya.

    Unsoed Klaim Tak Tahu-menahu

    Secara terpisah, Juru Bicara Unsoed, Edi Santoso mengaku belum mengetahui secara pasti perkara yang sedang ditangani KPK maupun status hukum orang-orang yang menjalani pemeriksaan dalam proses tersebut.

    “KPK sedang melakukan proses pemeriksaan, tetapi kami sendiri belum tahu sesungguhnya kasus apa dan orang-orang yang kemudian dibawa ke sana itu status hukumnya seperti apa,” ucap Edi dalam keterangannya, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

    Pihak Unsoed lalu berdalih, untuk sementara waktu belum mengambil sikap lebih lanjut karena masih menunggu penetapan atau pernyataan resmi KPK mengenai perkara tersebut.

    Edi menilai, pihak universitas akan menyampaikan sikap setelah memperoleh kejelasan resmi mengenai proses hukum yang sedang berlangsung.

    “Kita tunggu kejelasan dulu, jadi sementara belum ada sikap apa-apa. Tentu kita akan menghormati semua proses hukum, tetapi tentang seperti apa, mari kita tunggu dari KPK,” jelasnya.

    Atas viralnya kasus ini, sebagian kalangan juga turut menyoroti rekam jejak pendidikan Rektor Unsoed yang terjerat kasus korupsi dalam proses penerimaan Maba tersebut.

    Jejak Pendidikan Rektor Unsoed Disorot

    Berdasarkan informasi dari website resmi Fakultas Peternakan Unsoed, menuliskan penamaan lengkap beserta gelar sang Rektor dengan nama Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU., ASEAN Eng.

    Akhmad Sodiq diketahui pernah menempuh pendidikan S1 di Universitas Jenderal Soedirman.

    Kemudian, ia melanjutkan pendidikan S2 di Der-Georg August Universitaet Goettingen Jerman, dan S3 di Universitat Kassel.

    Akhmad Sodiq juga diketahui sempat dilantik menjadi Rektor Universitas Jenderal Soedirman untuk periode 2026-2030.

    “Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Prof. Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc. Agr., IPU., ASEAN Eng.” tulis postingan Instagram @unsodedofficial_1963, pada 19 Mei 2026 lalu.

    “Sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman Periode 2026-2030,” jelasnya.***

    KPK Rektor Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Rektor Unsoed Rektor Unsoed Ditangkap KPK

    Related Posts

    Berita Utama

    Presiden RI Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Pastikan Penanganan Cepat

    August 22, 2026
    Pendidikan

    Warek I IAIN Langsa Pantau Langsung Wawancara Calon Mahasiswa Asing

    August 22, 2026
    Nasional

    Haji Uma Kembali Dipercaya Jabat Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI Periode 2026–2027

    August 21, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025327 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024173 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025156 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.