Close Menu
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      Debit Air Sungai Lokop Meningkat, Warga Di hilir Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

      September 10, 2026

      Pasca Dilantik, Bupati Minta Baitul Mal Aceh Timur Segera Salurkan Bantuan kepada Mustahik

      September 9, 2026

      LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

      September 5, 2026

      Fantastis Hotel Royal Idi Beli Miniatur Kapal Karya Napi Lapas Idi Belasan Juta Rupiah

      September 3, 2026

      Angka Stunting di Wilayah Puskesmas Idi Rayeuk Turun Drastis Hingga Agustus 2026

      September 2, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Metropesawat.com
    Home » Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh
    Daerah

    Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

    JamadonAugust 13, 2026
    BAGIKAN Facebook WhatsApp Twitter Telegram
    Peringatan Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada 12 Agustus tahun ini diwarnai duka di Aceh. Dalam waktu yang berdekatan, dua individu gajah sumatera dilaporkan mati. Satu gajah jantan liar di Aceh Tamiang, dan seekor anak gajah jinak bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. 13 Agustus 2026

    Metropesawat.com,‎BANDA ACEH – Peringatan Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada 12 Agustus tahun ini diwarnai duka di Aceh. Dalam waktu yang berdekatan, dua individu gajah sumatera dilaporkan mati. Satu gajah jantan liar di Aceh Tamiang, dan seekor anak gajah jinak bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. 13 Agustus 2026

    ‎Rentetan kematian ini, Forum Jurnalis Lingkungan dan Jaringan Gajah Nusantara mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka data kesehatan satwa secara transparan kepada publik.

    ‎Kepala Departemen Advokasi Forum Jurnalis Lingkungan, Hidayatullah, mengatakan, kejadian pertama terjadi pada 9 Agustus 2026. Bangkai gajah sumatera jantan ditemukan di areal perkebunan sawit milik PT MPLI, Gampong Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, sekitar pukul 12.00 WIB.

    ‎Gajah tergeletak di jalur perkebunan dengan kedua gading masih utuh dan tanpa luka di tubuhnya. Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan keracunan, dengan perkiraan gajah tersebut telah mati sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

    ‎Dua hari berselang, giliran Yuna, gajah jinak berusia sekitar tiga tahun, yang mati. Pada Selasa (11/8) pagi, ia masih terpantau aktif seperti biasa. Namun menjelang sore, mahout (pawang) mendapatinya lemas, dengan mata dan wajah bengkak serta lidah pucat kebiruan.

    ‎Tim medis segera memberikan penanganan, tetapi kondisinya terus memburuk hingga akhirnya Yuna mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.48 WIB. Dugaan sementara mengarah pada infeksi Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), penyakit yang dikenal menyerang anak gajah dan dapat memburuk dengan sangat cepat.

    ‎“Kematian dua gajah ini menambah kekhawatiran terhadap tren populasi gajah sumatera yang terus menurun. Populasi gajah sumatera di Aceh sendiri sebelumnya diperkirakan hanya berkisar 500 individu,” kata Hidayatullah dalam keterangan resminya, Kamis (13/8).

    ‎Forum Jurnalis Lingkungan mencatat dalam empat tahun terakhir ini, setidaknya ada 23 kasus kematian gajah yang terjadi di seluruh Aceh, termasuk akibat perburuan dan konflik dengan manusia.

    ‎Hidayatullah menambahkan, kematian gajah jinak yang terus berulang di PLG Saree tidak boleh lagi berhenti pada penjelasan medis semata. Ia mempertanyakan apakah sistem pencegahan, pengawasan, deteksi dini, dan penanganan kesehatan di PLG sudah benar-benar berjalan secara profesional.

    ‎“Kami mendesak BKSDA Aceh membuka riwayat kesehatan gajah, hasil nekropsi, serta hasil pemeriksaan laboratorium secara bertanggung jawab kepada publik,” tambahnya.

    ‎“Satu individu gajah mungkin tampak kecil dalam angka populasi, tetapi bagi konservasi, setiap nyawa sangat berarti, apalagi di tengah populasi gajah sumatera yang terus menyusut dan kini berstatus sangat terancam punah. Pencegahan dan deteksi dini, bukan penjelasan setelah kematian terjadi, yang seharusnya menjadi prioritas,” tegasnya.

    ‎Sementara itu, Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Publikasi Jaringan Gajah Nusantara, Yulham, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi sejak awal, bukan sekadar kronologi yang muncul setelah satwa mati. Ia meminta dugaan EEHV pada kasus Yuna dibuktikan secara ilmiah melalui hasil laboratorium, sekaligus mempertanyakan langkah biosekuriti yang telah diambil agar penyakit tidak menyebar ke gajah lain di PLG.

    ‎Menurutnya, kematian gajah di Aceh Tamiang dan di PLG Saree sesungguhnya menyangkut satu persoalan besar yang sama, yaitu keselamatan populasi gajah sumatera yang kian terancam, baik yang hidup liar di alam maupun yang berada dalam pengelolaan manusia.

    ‎Yulham mendorong BKSDA Aceh untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan internal, tetapi juga membuka ruang evaluasi independen yang melibatkan dokter hewan satwa liar, pakar gajah, akademisi, dan organisasi konservasi.

    ‎“Kematian gajah jinak Yuna dan gajah di Aceh Tamiang harus menjadi momentum, bukan sekadar duka yang berlalu begitu saja. Kami berharap BKSDA Aceh memperkuat sistem kesehatan dan biosekuriti, memperketat pengawasan di kawasan rawan konflik seperti perkebunan sawit, serta memastikan seluruh informasi terkait kondisi dan penanganan gajah dapat diakses publik secara terbuka,” pungkasnya.

    Editor : Jamadon

    Artikel..

    • SPPG Simpang Ulim Perkuat Sinergi dengan Sekolah, Bersama Pastikan Anak Aceh Timur Tumbuh Sehat dan Cerdas
    • Napi Kasus Korupsi di Lapas Kelas II B Idi Dapat Fasilitas Kamar Khusus 
    • Satsamapta Polres Aceh Timur Perkenalkan Byrna SD sebagai Senjata Beladiri
    • Tongkat Komando Polres Aceh Timur Beralih ke AKBP Aris Cai Dwi Susanto
    • Camat Peudawa Ajak Seluruh Pegawai Gotong Royong Bersihkan Kantor
    Berita Utama

    Related Posts

    Hukum dan Kriminal

    Napi Kasus Korupsi di Lapas Kelas II B Idi Dapat Fasilitas Kamar Khusus 

    September 10, 2026
    Daerah

    Debit Air Sungai Lokop Meningkat, Warga Di hilir Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

    September 10, 2026
    Daerah

    Pasca Dilantik, Bupati Minta Baitul Mal Aceh Timur Segera Salurkan Bantuan kepada Mustahik

    September 9, 2026
    Ekonomi Bisnis

    Akhir April 2025 Harga Kakao Mulai Membaik, Rp 90 Ribu Per Kg

    April 28, 2025331 Views

    Tingkatkan Ekonomi Janda, PT Kurma Karya Global Manfaatkan Limbah Sekam Padi jadi Energi Terbarukan

    August 6, 2024174 Views

    Tebarkan Bau Busuk, Warga Minta Pemerintah Tinjau Izin Lingkungan dan AMDAL PKS di Desa Tampak

    May 6, 2025156 Views
    Seni Budaya

    Misteri Pohon Kayu Besi di Makam Putri Nurul A’la Jejak Sejarah Abad ke-8

    December 31, 2025

    Kementerian Kebudayaan RI dan Disdikbud Aceh Timur Bersihkan Situs Sejarah Terdampak Banjir

    December 31, 2025

    Staf Ahli TP PKK Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Adat Istiadat

    November 21, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 PT. METRO PESAWAT GRUP

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.