Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Piket Pawas Polres Aceh Timur Razia Ruang Tahanan, 37 Tahanan Diperiksa

    September 30, 2026

    Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

    September 29, 2026

    Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

    September 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    Metropesawat.comMetropesawat.com
    • Home
    • Berita Utama
    • Nasional
    • Daerah

      Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

      September 29, 2026

      Panglima Simpang Ulim Siap Semarakkan dan Sukseskan MTQ ke-39 Aceh Timur

      September 21, 2026

      Debit Air Sungai Lokop Meningkat, Warga Di hilir Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

      September 10, 2026

      Pasca Dilantik, Bupati Minta Baitul Mal Aceh Timur Segera Salurkan Bantuan kepada Mustahik

      September 9, 2026

      LAZISMU Dukung Posbakum Aisyiyah Aceh Untuk Layanan Mobile

      September 5, 2026
    • Hukum
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Seni Budaya
    • Agama
    • Politik
    Subscribe
    Metropesawat.comMetropesawat.com
    Home»Daerah»Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh
    Daerah

    Dua Gajah Sumatera Mati Beruntun di Aceh, BKSDA Didesak Evaluasi Menyeluruh

    JamadonBy JamadonAugust 13, 2026Updated:August 13, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Peringatan Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada 12 Agustus tahun ini diwarnai duka di Aceh. Dalam waktu yang berdekatan, dua individu gajah sumatera dilaporkan mati. Satu gajah jantan liar di Aceh Tamiang, dan seekor anak gajah jinak bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. 13 Agustus 2026
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Metropesawat.com,‎BANDA ACEH – Peringatan Hari Gajah Sedunia yang jatuh pada 12 Agustus tahun ini diwarnai duka di Aceh. Dalam waktu yang berdekatan, dua individu gajah sumatera dilaporkan mati. Satu gajah jantan liar di Aceh Tamiang, dan seekor anak gajah jinak bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar. 13 Agustus 2026

    ‎Rentetan kematian ini, Forum Jurnalis Lingkungan dan Jaringan Gajah Nusantara mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka data kesehatan satwa secara transparan kepada publik.

    ‎Kepala Departemen Advokasi Forum Jurnalis Lingkungan, Hidayatullah, mengatakan, kejadian pertama terjadi pada 9 Agustus 2026. Bangkai gajah sumatera jantan ditemukan di areal perkebunan sawit milik PT MPLI, Gampong Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, sekitar pukul 12.00 WIB.

    ‎Gajah tergeletak di jalur perkebunan dengan kedua gading masih utuh dan tanpa luka di tubuhnya. Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan keracunan, dengan perkiraan gajah tersebut telah mati sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

    ‎Dua hari berselang, giliran Yuna, gajah jinak berusia sekitar tiga tahun, yang mati. Pada Selasa (11/8) pagi, ia masih terpantau aktif seperti biasa. Namun menjelang sore, mahout (pawang) mendapatinya lemas, dengan mata dan wajah bengkak serta lidah pucat kebiruan.

    ‎Tim medis segera memberikan penanganan, tetapi kondisinya terus memburuk hingga akhirnya Yuna mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.48 WIB. Dugaan sementara mengarah pada infeksi Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), penyakit yang dikenal menyerang anak gajah dan dapat memburuk dengan sangat cepat.

    ‎“Kematian dua gajah ini menambah kekhawatiran terhadap tren populasi gajah sumatera yang terus menurun. Populasi gajah sumatera di Aceh sendiri sebelumnya diperkirakan hanya berkisar 500 individu,” kata Hidayatullah dalam keterangan resminya, Kamis (13/8).

    ‎Forum Jurnalis Lingkungan mencatat dalam empat tahun terakhir ini, setidaknya ada 23 kasus kematian gajah yang terjadi di seluruh Aceh, termasuk akibat perburuan dan konflik dengan manusia.

    ‎Hidayatullah menambahkan, kematian gajah jinak yang terus berulang di PLG Saree tidak boleh lagi berhenti pada penjelasan medis semata. Ia mempertanyakan apakah sistem pencegahan, pengawasan, deteksi dini, dan penanganan kesehatan di PLG sudah benar-benar berjalan secara profesional.

    ‎“Kami mendesak BKSDA Aceh membuka riwayat kesehatan gajah, hasil nekropsi, serta hasil pemeriksaan laboratorium secara bertanggung jawab kepada publik,” tambahnya.

    ‎“Satu individu gajah mungkin tampak kecil dalam angka populasi, tetapi bagi konservasi, setiap nyawa sangat berarti, apalagi di tengah populasi gajah sumatera yang terus menyusut dan kini berstatus sangat terancam punah. Pencegahan dan deteksi dini, bukan penjelasan setelah kematian terjadi, yang seharusnya menjadi prioritas,” tegasnya.

    ‎Sementara itu, Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Publikasi Jaringan Gajah Nusantara, Yulham, menyoroti pentingnya keterbukaan informasi sejak awal, bukan sekadar kronologi yang muncul setelah satwa mati. Ia meminta dugaan EEHV pada kasus Yuna dibuktikan secara ilmiah melalui hasil laboratorium, sekaligus mempertanyakan langkah biosekuriti yang telah diambil agar penyakit tidak menyebar ke gajah lain di PLG.

    ‎Menurutnya, kematian gajah di Aceh Tamiang dan di PLG Saree sesungguhnya menyangkut satu persoalan besar yang sama, yaitu keselamatan populasi gajah sumatera yang kian terancam, baik yang hidup liar di alam maupun yang berada dalam pengelolaan manusia.

    ‎Yulham mendorong BKSDA Aceh untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan internal, tetapi juga membuka ruang evaluasi independen yang melibatkan dokter hewan satwa liar, pakar gajah, akademisi, dan organisasi konservasi.

    ‎“Kematian gajah jinak Yuna dan gajah di Aceh Tamiang harus menjadi momentum, bukan sekadar duka yang berlalu begitu saja. Kami berharap BKSDA Aceh memperkuat sistem kesehatan dan biosekuriti, memperketat pengawasan di kawasan rawan konflik seperti perkebunan sawit, serta memastikan seluruh informasi terkait kondisi dan penanganan gajah dapat diakses publik secara terbuka,” pungkasnya.

    Editor : Jamadon

    Artikel..

    • Piket Pawas Polres Aceh Timur Razia Ruang Tahanan, 37 Tahanan Diperiksa
    • Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum
    • Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang
    • Fokus Penguatan Posyandu, Plt Kadinkes Aceh Timur Buka Orientasi bagi Nakes
    • Diduga Terkait Konflik HGU, Bangunan dan Alat Berat di Kawasan PT Bumi Flora Terbakar
    Berita Utama
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBaitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Rp359,95 Juta untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
    Next Article Kebakaran Hanguskan 1 Rumah dan 3 Dapur Minyak di Ranto Peureulak, Aceh Timur
    Jamadon

    Related Posts

    Daerah

    Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

    September 29, 2026
    Aceh Timur

    Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

    September 28, 2026
    Aceh Timur

    Fokus Penguatan Posyandu, Plt Kadinkes Aceh Timur Buka Orientasi bagi Nakes

    September 28, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    Demo
    Top Posts

    BreakingNews, Dayah Abu Wahab Keude Dua Terbakar

    June 4, 20241 Views

    Tech Study Reveals Effects of Mobile Technology on Professionals

    January 15, 20211 Views

    Why Solar Electric Vehicles Might be The Next Generation of EVs

    January 15, 20211 Views
    Stay In Touch
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • WhatsApp
    • Twitter
    • Instagram
    Latest Reviews
    85
    Featured Reviews

    Pico 4 Review: Should You Actually Buy One Instead Of Quest 2?

    RedaksiJanuary 15, 2021
    8.1
    Featured Reviews

    A Review of the Venus Optics Argus 18mm f/0.95 MFT APO Lens

    RedaksiJanuary 15, 2021
    8.9
    Featured Reviews

    DJI Avata Review: Immersive FPV Flying For Drone Enthusiasts

    RedaksiJanuary 15, 2021

    Subscribe to Updates

    Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

    Demo
    Most Popular

    BreakingNews, Dayah Abu Wahab Keude Dua Terbakar

    June 4, 20241 Views

    Tech Study Reveals Effects of Mobile Technology on Professionals

    January 15, 20211 Views

    Why Solar Electric Vehicles Might be The Next Generation of EVs

    January 15, 20211 Views
    Our Picks

    Piket Pawas Polres Aceh Timur Razia Ruang Tahanan, 37 Tahanan Diperiksa

    September 30, 2026

    Laju Deforestasi SM Rawa Singkil Naik 274 Persen, Mahasiswa UIN Ar-Raniry Desak Penegakan Hukum

    September 29, 2026

    Plt Kepala Puskesmas Idi Rayeuk Jenguk Korban Rumah Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang

    September 28, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tentang Kami
    • Redaksi Dan Manajemen
    © 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.