Laporan : Hasballah Kadimin | reporter metropesawat.com
ACEH TIMUR – Ketua satu Persatuan Wartawan Aceh Timur, Hasballah Kadimin angkat bicara, terkait banyak pihak saat ini di media sosial mengisukan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, diduga terlibat skandal perselingkuhan dengan seorang bidan di Kecamatan Pante Bidari.
“Ini tentu sangat merugikan masyarakat Aceh Timur dan menjatuhkan marwah Kabupaten Aceh Timur yang belum tentu benar terjadi seperti yang dituduhkan. Isu ini diduga sangaja diciptakan dan disebarluaskan secara struktur oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,” ungkap Hasballah wartawan Senior di Aceh Timur ini.
Hasballah meminta kepada semua pihak oposisi yang ingin menjatuhkan Bupati Aceh Timur harus dengan cara-cara beradap dan manusiawi bukan dengan cara menebar fitnah di medsos. baca Juga : Ada Apa? Pidsus Kejari Aceh Timur Datangi KIP Aceh Timur
“Karena menjatuhkan Bupati Aceh Timur dengan tuduhan isu yang belum pasti benar, sama juga menjatuhkan marwah dan martabat Aceh Timur,” ujarnya.
Hasballah juga meminta kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan fitnah-fitnah yang tidak mendasar dan tidak bisa dibuktikan dengan Data-data outentik didepan hukum.
“Kita sebagai masyarakat Aceh Timur perlu mawas diri agar tidak terjerat dengan isu-isu yang merugikan kita sendiri apalagi sampai terjerat dengan hukum akibat jeratan fitnah yang tidak bisa dipertanggung jawabkan,”jelasnya.
Baca Juga : Ditbinmas Polda Aceh Gelar Katpuan Bhabinkamtibas Polres Aceh Timur
“Jika kita tidak bisa mengendalikan perbuatan maka kendalikanlah lisan kita masing-masing. Jangan terprovokasi dengan isu miring hanya karena ketidak sukaan kita kepada seseorang, bagaimanapun sosok Iskandar Usman Al-Farlaky adalah wibawa dan marwah Kabupaten Aceh Timur, dengan kita mawas diri tentang fitnah ini mudah-mudahan isu fitnah ini cepat berlalu, “ujar abang kandung Safruddin YARA ini.
Hasballah juga meminta kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, agar tetap tegar dalam menghadapai terpaan badai yang sangat dasyat, dan tetap fokus pada program Bupati dan Wakil Bupati 2025-2029.
“Apalagi saat ini masih fokus menyelesaikan masalah rehab rekon pasca banjir. Mudah-mudahan ini cepat terselesaikan semuanya, ingat sebagai muslim yang beriman tidak menyebarkan fitnah yang tidak bisa kita pertanggung jawabkan di hukum dunia maupun di akhirat kelak, karena fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan,” ujar salah satu pendiri Perastuan Wartawan Aceh Timur. (*)
