metropesawat.com, ACEH TIMUR – Guna mengantisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria pasca bencana banjir di Aceh Timur, Tim Biddokkes Polda Aceh melaksanakan kegiatan pelaksanaan fogging (pengasapan) di lingkungan Polres , Polsek dan Rumah dinas Polres Aceh Timur, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik vital, di antaranya Markas Komando (Mako) Polres Aceh Timur, gedung Bagian Logistik, Polsek jajaran, hingga fasilitas kesehatan di Poliklinik Polres Aceh Timur. Selain area perkantoran, pengasapan juga dilakukan di lingkungan hunian seperti Rumah Dinas Kapolres, Wakapolres, serta Asrama Polisi (Aspol) di seluruh jajaran Polres Aceh Timur.
Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. melalui Ps. Kasi Dokkes Aipda Muhammad Rafi, AMK, yang mendampingi Tim Biddokkes Polda Aceh menyampaikan bahwa aksi cepat ini merupakan langkah preventif untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan jentik nyamuk malaria yang kerap meningkat setelah genangan air banjir surut.
“Kesehatan personel dan keluarga besar Polri serta masyarakat di lingkungan sekitar adalah prioritas. Fogging ini bertujuan memastikan lingkungan kerja dan hunian tetap steril dari ancaman nyamuk pembawa penyakit,” ujar Aipda Muhammad Rafi saat mendampingi tim.
Tim pelaksana dari Biddokkes Polda Aceh dipimpin oleh Ipda Faisal Yusuf, bersama Aiptu Syamullah, AMK, dan Aiptu Mauludi, S.K.M. Turut serta dalam pengawasan lapangan turut hadir Ps. Kasi Dokkes Aipda Muhammad Rafi, AMK dan Dokter Mitra Polres Aceh Timur, dr. Zulfahmi.
Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menghambat peredaran nyamuk secara signifikan dan menciptakan rasa aman bagi personel dalam menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Pihak Dokkes Polres Aceh Timur juga menghimbau anggota dan warga asrama untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan pola 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur) guna memaksimalkan hasil fogging tersebut. (Iwan Gunawan).