metropesawat.com, ACEH TIMUR – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, mendirikan tenda sekolah darurat di daerah paling parah terdampak banjir di pedalaman Aceh Timur, Selasa (20/1/2026) kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami SPd, MSi, melalui Kabid Pembinaan SD, Ridwan SPd, SD kepada wartawan Rabu (21/1/2026) mengatakan tenda sekolah darurat didirikan di lokasi pengungsian setelah sekolah mereka hancur diterjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.
“Lokasi pengungsian di Dusun Sijudo kita dirikan satu tenda sekolah darurat untuk 35 murid SD, dan di pusat Desa Sarah Gala kita dirikan 3 tenda untuk 95 murid. Sijudo dan Sarah Gala ini satu desa yang kedua sekolahnya rusak berat dihantam banjir, dusun Sijudo dengan Sarah Gara berjauhan jaraknya sekitar 15 km,” ungkap Ridwan.
Selain di Desa Sarah Gala, tenda untuk sekolah darurat juga didirikan di Desa Blang Senong sebanyak dua tenda yang jumlah muridnya mencapai 225 orang.
“Bangunan sekolah di Dusun Sijudo dan Sarah Gala ini hancur total diterjang banjir. Sedangkan, SD di Blang Senong terendam lumpur setinggi 1 meter,” jelas Ridwan.
Ridwan menjelaskan total sekolah dasar di Aceh Timur, yang terdampak banjir sebanyak 176 sekolah dengan rincian 4 sekolah perlu dibangun baru atau direlokasi, selebihnya 173 sekolah rusak berat dan ringan yang perlu direhabilitasi.
Untuk Aceh Timur, jelas Ridwan, ada beberapa desa di pedalaman Aceh Timur, yang terdampak banjir didirikan tenda sekolah darurat baik bantuan dari Kemendikdasmen, BNPB, BPBD, dan Pertamina.
“Untuk sementara proses belajar mengajar di tenda darurat ini menggunakan kurikulum darurat, artinya untuk memulihkan kembali trauma dan psikologis anak-anak. Kita mohon kepada Kepsek dan dewan guru secara aktif melakukan edukasi trauma healing untuk membangkitkan kembali semangat belajar dan keceriaan anak-anak,” ungkap Ridwan.
Relokasi Sekolah Mengikuti Relokasi Pemukiman
Ridwan menyebutkan, sekolah-sekolah yang rusak berat dan tak bisa digunakan lagi akan diusulkan kembali pembangunan gedung sekolah baru kepada Kemendikdasmen.
Halaman selanjutnya>>>>
